Wednesday, August 21, 2019
Depan > Pendidikan > Mulai Petakan Sasaran Peserta Didik Kesetaraan

Mulai Petakan Sasaran Peserta Didik Kesetaraan

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo bersama Tim Satuan PKBM Insan Cendekia Kecamatan Besuk mereview dan membuat skema pemetaan sasaran peserta didik kesetaraan dari hasil rekrut Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan peserta didik kelas lanjutan.

Pemetaan peserta didik berdasarkan domisili untuk kemudian dikoordinasikan dengan kepala desa setempat terutama peserta didik yang berasal dari data ATS (Anak Tidak Sekolah) yang sudah diverval dan ditelusur oleh Tim PKBM Insan Cendekia dan supervisi penilik pada satuan PKBM dengan fokus sasaran pada peserta didik baik dari hasil PPDB, kelas lanjutan maupun ATS tahun pelajaran 2019/2020

Penerimaan peserta didik baru di PKBM Insan Cendekia diawali dengan penyebaran pamflet, poster dan baner sejak bulan Mei lalu. Kemudian pola rekrut PPDB dengan melalui mendaftar langsung ke PKBM Insan Cendekia, pendaftaran melalui tutor dan penyelenggara, hubungan kekeluargaan dan alumni kesetaraan dari PKBM atau secara kolektif melalui desa setempat.

“Hal ini dilakukan agar semakin mudah dan simpel dalam memberikan pelayanan pendidikan masyarakat di Kecamatan Besuk dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan regulasi yang ada,” kata Ketua PKBM Insan Cendekia Nur Faizah didampingi Sekretaris PKBM Insan Cendekia Moh. Taufik.

Dari hasil rekapitulasi awal diperoleh data dan pemetaan peserta didik, meliputi peserta didik asal ATS paket A sebanyak 21 orang, paket B sebanyak 44 orang dan paket C sebanyak 63 orang serta peserta didik umum/mandiri atau lanjutan terdiri dari paket B sebanyak 33 orang (kelas 8 dan 9) dan paket C sebanyak 86 orang (kelas 10,11 dan 12). Mereka tersebar di sembilan desa se-Kecamatan Besuk serta wilayah sekitar Kecamatan Besuk.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo menyampaikan dari gambaran pemetaan peserta didik tersebut diharapkan tahun pelajaran 2019/2020 PKBM Insan Cendekia dapat menyusun jadwal dan pola pembelajaran mengacu kalender pendidikan tahun 2019/2020 dan hasil bimtek (bimbingan teknis) tutor beberapa pekan lalu di SKB Kraksaan

“Model pembelajaran disamping menggunakan pola lama dengan rumusan 20, 30, 50. Artinya 20% tatap muka, 30% tutorial dan 50% belajar mandiri/penugasan) juga akan dipadukan dengan penerapan Kurikulum 2013,” katanya.

Penilik Diktara berharap hasil pendataan dan pemetaan peserta didik kesetaraan tahun ini lebih baik dan lebih berkualitas serta output lulusan peserta didiknya terbaik. “Sebagaimana capaian dan perolehan kelulusan paket B dan paket C tahun ini sangat memuaskan,” pungkasnya. (wan)