Tuesday, September 29, 2020
Depan > Pemerintahan > Mulai Bahas KUA dan PPAS P-APBD 2019

Mulai Bahas KUA dan PPAS P-APBD 2019

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019 mulai dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Pembahasan diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo Tentang KUA dan PPAS P-APBD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019 oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dalam rapat paripurna DPRD, Senin (22/7/2019).

Rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Wahid Nurrahman ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD. Hadir pula sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda), Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam nota penjelasan Bupati tersebut disebutkan bahwa pendapatan daerah mengalami perubahan proyeksi yang semula dianggarkan sebesar Rp 2.376.737.387.000,00 berubah menjadi sebesar Rp 2.398.553.278.413,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 21.815.891.413,00 atau 0,92%.

Terdiri dari pos pendapatan asli daerah semula dianggarkan sebesar Rp 233.479.207.000,00 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp 11.557.588.800,00 atau 4,95% sehingga menjadi sebesar Rp 245.036.795.800,00 dan pos dana perimbangan yang semula dianggarkan sebesar Rp 1.518.292.516.000,00 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp 8.476.076.387,00 atau 0,56% sehingga menjadi sebesar Rp 1.509.816.439.613,00.

Serta pos lain-lain pendapatan daerah yang sah yang semula dianggarkan sebesar Rp 624.965.664.000,00 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp 18.734.379.000,00 atau 3,00% sehingga menjadi sebesar Rp 643.700.043.000,00.

Kemudian pos belanja daerah pada P-APBD tahun anggaran 2019 mengalami perubahan plafon anggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp 2.425.013.330.116,00 berubah menjadi sebesar Rp 2.580.249.680.310,82 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 155.236.350.194,82 atau 6,40%.

Terdiri dari belanja tidak langsung yang semula dianggarkan sebesar Rp 1.405.255.394.352,00 berubah menjadi sebesar Rp 1.436.686.280.449,80 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 31.430.886.097,80 atau 2,24% dan belanja langsung yang semula dianggarkan sebesar Rp 1.019.757.935.764,00 berubah menjadi sebesar Rp 1.143.563.399.861,02 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 123.805.464.097,02 atau 12,14%.

Dengan demikian jika dibandingkan antara pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp 2.398.553.278.413,00 dengan belanja daerah setelah perubahan sebesar Rp 2.580.249.680.310,82, maka terdapat defisit sebesar Rp 181.696.401.897,82 yang akan ditutup dengan selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan ditambah sisa lebih anggaran tahun berkenaan.

Berikutnya pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp 55.319.943.116,00 berubah menjadi sebesar Rp 188.740.401.897,82 mengalami kenaikan sebesar Rp 133.420.458.781,82 atau 241,18% dan pengeluaran pembiayaan daerah tidak mengalami perubahan tetap sebesar Rp 7.044.000.000,00.

Pembahasan KUA-PPAS P-APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2019 ini akan berlanjut dengan rapat badan anggaran, penyampaian laporan banggar hingga penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS P-APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019. (wan)

cww trust seal