Monday, November 18, 2019
Depan > Pemerintahan > Mulai Bahas KUA dan PPAS APBD 2020

Mulai Bahas KUA dan PPAS APBD 2020

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran (TA) 2020 mulai dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Pembahasan diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo Tentang KUA dan PPAS Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2020 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Senin (1/7/2019).

Rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Wahid Nurahman ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD. Hadir pula sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta pimpinan instansi vertikal dan BUMD/BUMN di Kabupaten Probolinggo.

Dalam nota penjelasan Bupati tersebut disebutkan bahwa pendapatan daerah secara total dapat diproyeksikan mencapai Rp 1. 929.543.460.699,83 mengalami penurunan sebesar Rp 468.502.462.913,17 atau sebesar 24,28% dibandingkan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp 2.398.045.923.613,00.

Untuk dana perimbangan secara umum diproyeksikan akan mengalami penurunan sebesar 32,16% dari sebelumnya sebesar Rp 1.509.816.439.613,00 turun menjadi sebesar Rp 1.142.417.646.401,33, pada pos Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak diproyeksikan turun sebesar 24,83% atau sebesar Rp 33.183.448.598,67, Dana Alokasi Umum tetap sebesar Rp 1.008.758.706.000,00 dan Dana Alokasi Khusus masih belum dianggarkan.

Lain-lain Pendapatan Yang Sah diproyeksikan akan mengalami penurunan sebesar 18,63% dari sebelumnya sebesar Rp 643.700.043.000,00 menjadi sebesar Rp 542.596.373.298,50. Perangkaan tersebut dianggarkan berdasarkan penurunan pada pendapatan hibah sebesar 178,38% dari sebelumnya sebesar Rp 77.950.400.000,00 menjadi Rp 28.000.000.000,00. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya mengalami penurunan dari Rp 124.624.897.000,00 menjadi Rp 122.186.116.298,50 atau sebesar 2,00%. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus turun sebesar 7,64% dari sebelumnya sebesar Rp 422.390.367.000,00 menjadi sebesar Rp 392.410.257.000,00 . Sedangkan untuk bantuan keuangan dari provinsi belum dianggarkan.

Selanjutnya adalah belanja tidak langsung pada APBD tahun anggaran 2020 diproyeksikan sebesar Rp 1.198.953.523.954,58 mengalami penurunan sebesar Rp 242.188.478.133,22 atau sebesar 20,20% dibandingkan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1.441.142.002.087,80. Sementara itu untuk belanja langsung menurun sebesar 15,97% dari sebelumnya Rp 1.138.600.323.423,02 menjadi sebesar Rp 744.367.561.931,93.

Berdasarkan pada uraian rencana pendapatan daerah dan belanja daerah pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020, target pendapatan daerah sebesar Rp 1.929.543.460.699,83 dan target belanja daerah sebesar Rp 1.943.321.085.886,51 sehingga perhitungan APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020 mengalami defisit sebesar Rp 13.777.625.186,68 dan defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan daerah, sehingga APBD tahun anggaran 2020 mengalami anggaran seimbang.

Pembahasan KUA-PPAS APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2020 ini akan berlanjut dengan rapat badan anggaran, penyampaian laporan banggar hingga penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020. (wan)

cww trust seal