Thursday, November 26, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Motivasi Usaha Bagi UMKM Dimasa Pandemi COVID-19

Motivasi Usaha Bagi UMKM Dimasa Pandemi COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo memberikan motivasi usaha bagi UMKM dimasa pandemi COVID-19 di RM Rahayu di Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Selasa (6/10/2020).

Motivasi usaha bagi UMKM ini diikuti oleh puluhan UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, menjaga jarak aman serta tidak kontak fisik.

Selama kegiatan, para pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo ini mendapatkan motivasi usaha dari narasumber yang terdiri dari Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi dan Ketua IKM Jawa Timur Niko Trisno.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berupa pemberian motivasi motivasi terhadap pelaku usaha mikro di masa pandemi COVID-19 ini.

“Hampir semua UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo terdampak dengan adanya pandemi COVID-19. Alhamdulillah, ada salah satu kebijakan Presiden yang dapat membantu modal usaha UMKM berupa Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM) dengan kuota 12 juta pelaku usaha yang akan dibantu. Selain itu juga ada bantuan modal melalui kartu pra kerja,” katanya.

Menurut Anung, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo sebagai dinas yang ditunjuk sudah mengusulkan kurang lebih 32 ribu UMKM ke Kementerian Koperasi RI. Saat ini sudah banyak yang menerima bantuan tersebut sebesar Rp 2,4 juta setiap UMKM.

“Dengan adanya bantuan tersebut kami berharap bagi yang sudah menerima kiranya bisa dimanfaatkan dengan seefisien mungkin sebagai tambahan modal usaha bukan untuk kebutuhan konsumtif sehingga usahanya dapat berjalan walaupun dimasa pandemi COVID-19,” jelasnya.

Bagi yang belum mendapatkan Anung meminta sebaiknya direncanakan mulai sekarang akan digunakan untuk apa dana tersebut. Paling tidak bisa digunakan untuk penambahan asset sehingga bisa digunakan untuk membantu percepatan atau penambahan kuantitas produksi.

“UMKM harus terus berkarya dimasa pandemi COVID-19 ini dengan inovasi-inovasi produk. Seperti misalnya inovasi pembuatan masker atau pelayanan delivery order untuk produk mamin, karena UMKM merupakan penopang terbesar pada perekonomian nasional,” tegasnya.

Anung mengajak seluruh pelaku UMKM untuk berbangga karena beberapa UMKM Kabupaten Probolinggo sudah bisa sukses di tingkat provinsi bahkan nasional. Seperti Bawang Goreng Hunay Kecamatan Dringu sebagai 3 besar nominasi penghargaan Sidda Karya dari Disnaker Provinsi Jawa Timur dan juga ekspor bawang goring ke Korea Selatan, Batik Prabulinggih Kecamatan Tegalsiwalan yang sudah pernah mempromosikan batik Kabupaten Probolinggo di luar negeri, produk Abon Hj. Sun Kecamatan Pajarakan dibawa Tim Ampuh ke Filandia serta Sale Pisang Barsah Kecamatan Krejengan yang saat ini pemasarannya sudah ke luar pulau bahkan juga ke luar negeri dan masih banyak lagi.

“Tidak mudah untuk bisa mendapatkan prestasi-prestasi seperti itu kalau tidak diimbangi dengan keuletan, ketangguhan, semangat yang kuat serta SDM yang memadai. Oleh karena itu, dimasa pandemi COVID-19 ini kami selalu mencari terobosan-terobosan baru yang bisa diterapkan oleh UMKM sehingga bisa menjadi sukses,” terangnya.

Terobosan-terobosan yang sudah dilakukan tambah Anung, sebelum pandemi COVID-19 telah diresmikan Rumah UMKM yang berfungsi sebagai rumah pamer produk UMKM se-Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga merupakan sarana tempat bertemunya para UMKM dengan pembeli/distributor serta sebagai sarana tempat pelatihan bagi UMKM.

“Terobosan lain yang masih dalam proses adalah membuat Katalog Produk Unggulan yang nantinya dapat digunakan sebagai media promosi dan database UMKM yang bisa dengan mudah diketahui produk-produk unggulan dan daerah kecamatan asal produk. Serta aplikasi platform seperti Buka Lapak yang akan dianggarkan di tahun depan untuk mempermudah para UMKM dalam pemasaran,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal