Wednesday, August 21, 2019
Depan > Pemerintahan > Menteri Pertanian Panen Raya Jagung di Paiton

Menteri Pertanian Panen Raya Jagung di Paiton

Reporter : Hendra Trisianto

PAITON – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Probolinggo. Saat itu bersama Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan Wakil Asisten Teritorial Kodam V/Brawijaya berkesempatan melaksanakan panen raya jagung bersama para petani jagung di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Rabu (16/01/2019) pagi.

Dalam kesempatan silaturahmi bersama masyarakat petani dan awak media itu Mentan Amran Sulaiman juga sempat menyikapi adanya berita dan isu terkait kondisi kekurangan suplai bahan pangan di Indonesia. Saat itu Amran Sulaiman meyakinkan bahwa stok pangan strategis seperti beras, jagung, bawang merah, cabai dan daging ayam dalam negeri aman.

Bahkan selain beras, beberapa komoditas bahan pangan lainnya yang dimiliki oleh Indonesia juga telah mengalami lonjakan peningkatan ekspor sebanyak 29,7%. Hal ini merupakan prestasi yang patut untuk di apresiasi bersama.

“Berdasarkan Data BPS, saat ini beras yang tersebar di pasar dan rumah tangga seluruh Indonesia sebanyak 8 ton plus cadangan di Bulog sebanyak 2 juta ton. Ditambah tanaman padi di lahan produktif yang nantinya bisa menghasilkan 10 juta ton. Jika kebutuhan rata – rata beras di Indonesia sebesar 2,5 juta ton per bulan, maka selama 8 bulan kedepan Indonesia tetap swasembada pangan,” tegasnya.

Sedangkan untuk komoditas jagung, Amran menjelaskan bahwa selama tahun 2018 Indonesia sudah ekspor jagung sebanyak 380 ribu ton. Dengan melihat langsung proses panen jagung ini membuktikan bahwa ketersediaan jagung dalam negeri hingga saat ini aman.

“Selama empat tahun sejak tahun 2014 Indonesia impor jagung dari Argentina dan Amerika sebanyak 3,5 juta ton dengan nilai Rp 10 triliun. Kemudian pada 2018 Indonesia shop impor dan sebaliknya sudah mulai mengekspor jagung, hebat engga nih para petani jagung kita,” ungkap Amran.

Terkait harga jagung, Amran menyampaikan sesuai dengan perintah Presiden Jokowi, harga jagung di tingkat petani tidak boleh di bawah Rp 3.150 per kg. Perum Bulog telah diperintahkan untuk menyerap jagung petani dengan harga minimum tersebut agar petani ke depan tidak merugi.

“Perintah Bapak Presiden, Bulog harus membeli jagung petani Rp 3.150 per kilogram. Tidak boleh di bawah harga ini. Bulog tolong serap cepat, jangan serap dari luar negeri. Kita harus lindungi petani,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Tantri mengatakan padi dan jagung Kabupaten Probolinggo sudah surplus sejak tahun 2017 dibanding tingkat konsumsi masyarakat. Oleh karenanya Kabupaten Probolinggo termasuk sebagai daerah pemasok, pendukung dan penyuport produksi pertanian Jagung untuk di regional maupun nasional.

“Melihat fakta yang ada di lapangan bahwa tidak ada yg perlu dirisaukan, seperti yang disampaikan para petani tadi bahwa yang mereka inginkan adalah agar bisa bertani dengan baik dan terfasilitasi oleh Pemerintah. Contohnya melalui bantuan bibit berkualitas dan bantuan Alsintan yang sebelumnya juga telah tersalurkan di Kabupaten Probolinggo,” tutupnya. (dra)