Friday, December 13, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Maksimalkan Perolehan ZIS, Bupati Tantri dan Komisioner Baznas Beraudiensi

Maksimalkan Perolehan ZIS, Bupati Tantri dan Komisioner Baznas Beraudiensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menerima kunjungan para Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo untuk melakukan audiensi di ruang kerja Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (23/1/2019). Audiensi ini dilakukan Baznas dalam rangka untuk memaksimalkan perolehan dana Zakat Infaq dan Shodakoh (ZIS) di Kabupaten Probolinggo.

Turut menerima kedatangan Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo ini Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Supriadi serta Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo Didik Abdul Rohim.

Dalam kesempatan tersebut para Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo ini menceritakan hasil kunjungan kerja ke Baznas Kabupaten Karanganyar serta Lazisnu Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Timur. Dimana pengumpulan dana ZIS di 2 (dua) daerah tersebut sudah cukup signifikan.

“Kotak koin di Sragen tahun 2018 sudah mencapai Rp 10 miliar. Disana setiap rumah diberi kotak koin. Yang banyak berperan adalah Muslimat NU dan Fatayat NU. Disana sangat bagus sekali. Jadi ranting itu yang bekerja. Secara rutin juga diadakan pengajian dan menyampaikan hasil kotak koinnya,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil.

Menurut Muzammil, saat meletakkan uang koin itu masyarakat disuruh berniat supaya apa yang dicita-citakan tercapai. Ternyata ada beberapa yang terbukti. Pola-pola seperti ini perlu diterapkan sehingga ada kepercayaan dari masyarakat.

“Di Karanganyar target dana ZIS tercapai Rp 15 miliar. Tentunya ini tidak terlepas dari kebijakan Kepala Daerah, terutama ASN dengan dibuatkan sebuah payung hukum melalui instruksi Bupati. Alhamdulillah, untuk di Kabupaten Probolinggo kami sudah menggandengan Kemenag. Sehingga semua ASN Kemenag sudah menyalurkan ZIS nya melalui Baznas,” terangnya.

Muzammil menyambut baik upaya dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE yang akan segera membuat regulasi sebagai payung hukum dalam hal pengelolaan ZIS dari kalangan ASN dan instansi vertikal di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan lampu hijau dari Ibu Bupati dan menambah semangat para Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo dalam rangka optimalisasi pengumpulan ZIS di tingkat ASN. Semoga dengan adanya regulasi ini akan menambah besar dalam pengumpulan dan realisasi pemanfaatan kepada kaum dhuafa di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Hal senada disampaikan Komisioner Baznas KH Syihabuddin Sholeh. Menurutnya, zakat itu potensi yang banyak dilupakan. Padahal jika dikelola dengan baik maka akan membantu menurunkan angka kemiskinan.

“Dana hasil pengumpulan dari Baznas itu merupakan pendamping dari APBD. Dimana dana ini akan sangat membantu dalam mendukung program-program pemerintah,” ujarnya.

Demikian pula yang disampaikan oleh Komisioner Baznas yang lain Hj. Nurhayati yang menyampaikan setelah dari Karanganyar ada semangat baru dalam hal administrasi. Dalam hal program, di Baznas ada program Probolinggo Peduli, Probolinggo Sehat, Probolinggo Cerdas dan lain sebagainya.

“Disini program Baznas akan menutup kekurangan yang ada. Tetapi yang kita butuhkan saat ini adalah payung hukum dalam pengumpulan ZIS dari kalangan ASN. Kendala lain, terkadang UPZ yang kita latih setelah dimutasi ganti lagi,” katanya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan untuk memaksimalkan perolehan dana ZIS di Kabupaten Probolinggo memang perlu dibuat sebuah regulasi berupa instruksi Bupati dalam hal pengumpulan ZIS dari kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

“Saya akan berupaya untuk membuat semacam instruksi untuk memaksimalkan perolehan dana ZIS dari kalangan ASN. Tetapi jika nanti sudah ada regulasi sebuah instruksi Bupati, Baznas diharapkan pro aktif untuk melaporkan ke Bupati melalui Bagian Administrasi Kesra sebagai evaluasi dan penekanan kepada ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menyampaikan ketertarikannya terhadap program Kotak Koin yang dilakukan oleh Lazisnu Kabupaten Sragen untuk diterapkan di Kabupaten Probolinggo.

“Untuk menjalankan program ini, nantinya akan menjadi tugas dari Muslimat NU dan Fatayat NU sebagai koordinator. Sebagai awal pelaksanaan, harus dibuat pilot project. Minimal dalam satu kecamatan ada satu desa pilot project untuk menjalankan program Kotak Koin tersebut,” jelasnya.

Bupati Tantri menyampaikan ucapan terima kasih karena Baznas telah banyak membantu tugas Pemerintah Daerah. Terutama dalam menangani masalah utama yang berkaitan dengan kemiskinan.

“Alhamdulillah, pada tahun kemarin angka kemiskinan mampu kita turunkan sebesar 1,87%. Dari awal 20,50%, hari ini tinggal 18%. Penurunan signifikan ini patut disyukuri bersama. Oleh karena itu Baznas harus menutupi kekurangan. Apa yang sudah dilakukan oleh OPD pasti ada kekurangan. Harapannya Baznas harus menutup kekurangan tersebut,” tegasnya.

Menurut Bupati Tantri, demi mewujudkan semua itu kuncinya harus sering melakukan komunikasi dan koordinasi agat tidak terjadi overlapping (tumpang tindih). Bagaimana Baznas hadir memberikan pendekatan yang lain. Harapannya bantuan yang diberikan tidak menumpuk.

“Seiring dengan perkembangan zaman, Baznas harus mampu menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Untuk itu harus ada tenaga akuntan untuk menuju transisi profesional secara bertahap. Semoga ke depan perolehan Baznas bisa terus meningkat,” harapnya. (wan)

cww trust seal