Thursday, November 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Mabrur Itu Bukan Ketika Berada di Tanah Suci

Mabrur Itu Bukan Ketika Berada di Tanah Suci

Reporter : Mujiono
MARON – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi oleh suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si melakukan safari haji di kediaman Muhamad Hadiyanto dan Yulis Sri Wulandari di Desa Brani Wetan Kecamatan Maron, Jum’at (5/7/2019) siang.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Forkopimka Maron ini diikuti oleh ratusan masyarakat yang ada di Desa Brani Wetan Kecamatan Maron dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menyampaikan ucapan selamat jalan ke tanah suci kepada Muhamad Hadiyanto dan Yulis Sri Wulandari dengan harapan senantiasa diberikan kesehatan dan disempurnakan ibadahnya oleh Allah SWT serta menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

“Mabrur itu bukan ketika berada di tanah suci Mekah dan Madinah, tetapi setelah pulang ke kampung halaman. Bagaimana ibadahnya bisa lebih meningkat dari sebelum menunaikan ibadah haji. Semoga diberikan sehat wal afiat oleh Allah, berangkat dan pulang sehat dan menjadi haji yang mabrur. Jaga ibadah sholat lima waktu dengan baik,” katanya.

Menurut Hasan, kedatangannya bersama rombongan di kediaman Muhamad Hadiyanto dan Yulis Sri Wulandari dalam kegiatan safari haji yang telah istiqomah dilakukan sejak tahun 2003 silam. Hal ini dikarenakan calon tamu Allah itu memiliki magnet dan pahala yang luar biasa. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi dan mengingatkan kepada yang belum haji dan lupa dengan akhiratnya untuk segera menabung dan menunaikan kewajibannya melaksanakan ibadah haji.

“Haji itu wajib dan umroh sunnah. Haji wajib bagi umat Rasulullah SAW yang mampu lahir dan batin. Biasanya kalau ditanya mengapa belum menabung haji, jawabannya karena menunggu terlalu lama. Padahal itu hanyalah kalkulator manusia dan ini banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan safari haji ini merupakan ikhtiar mempercepat untuk keberangkatan ibadah haji,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasan meminta kepada masyarakat yang belum haji untuk segera mendaftarkan diri dengan cara menabung. Karena setiap harta yang diinfakkan di jalan Allah SWT akan diganti 1000 kali lipat. “Insya Allah akan ada percepatan keberangkatan bagi haji reguler. Karena haji reguler ini disubsidi oleh pemerintah. Kalau tidak disubsidi bayarnya adalah Rp 70 juta. Sebab hukumnya wajib bagi yang belum haji dan sunnah bagi yang sudah haji,” pungkasnya.

Sementara Muhamad Hadiyanto didampingi istrinya Yulis Sri Wulandari menyampaikan permohonan maaf apabila selama bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat terdapat salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak. Sehingga perjalanannya menunaikan ibadah haji ke Mekah dan Madinah diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT.

“Mohon maaf lahir dan batin manakala selama ini terdapat salah dan khilaf yang kami lakukan. Mohon doanya semoga perjalanan kami mulai dari berangkat hingga pulang diberikan kelancaran dan kemudahan hingga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” katanya. (y0n)

cww trust seal