Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Lima Orang Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Positif COVID-19

Lima Orang Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Positif COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 5 (lima) orang tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Probolinggo terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (COVID-19). Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Selasa (26/5/2020).

“Tambahan lima orang terkonfirmasi positif COVID-19 ini sebenarnya warga Kota Probolinggo dan merupakan tenaga medis yang bertugas di Kabupaten Probolinggo. Semula sudah dimasukkan di Kota Probolinggo, kemudian dialihkan ke Kabupaten Probolinggo,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, prinsip dari Bupati Probolinggo ingin melindungi dan mengayomi warganya. Oleh karena itu, kelima orang ini kemudian dicatat ke dalam kasus Kabupaten Probolinggo.

“Sebenarnya dalam aturannya berdasarkan tempat tinggal atau domisili. Tetapi karena mereka bekerja di Kabupaten Probolinggo, maka kita terima di Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya alamatnya kita masukkan di RSUD Tongas,” jelasnya.

Anang menegaskan kelima orang terkonfirmasi positif COVID-19 ini masuk dalam Klaster Tenaga Kesehatan terdiri dari 3 orang dari RSUD Tongas, 1 orang dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan 1 orang dari Puskesmas Wangkal.

“Alhamdulillah, kelima orang ini dalam keadaan sehat wal afiat dan saat ini sudah menjalani isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo dengan pengawasan ketat dari tim medis Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menegaskan untuk sumber penularannya kalau yang RSUD Tongas berasal dari kontak erat dengan tenaga kesehatan sebelumnya yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga masuk dalam penularan horizontal.

“Sementara dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan Puskesmas Wangkal kita tidak tahu sumber penularannya. Tetapi sepertinya masuk dalam penularan horizontal, karena tidak bisa dilacak dari mana. Bisa saja penularannya melalui antar rekan kerja yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya,” tegasnya.

Sebenarnya kalau untuk trackingnya jelas Anang, dulu sudah pernah dilakukan tracking terhadap orang-orang tersebut. “Tetapi nantinya tentu akan kita perdalam lagi setelah hal ini menjadi kasus di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Terkait dengan banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi COVID-19, Anang menyampaikan bahwa pihaknya selalu mengingatkan kepada semua pimpinannya, direktur atau semua kepala puskesmas untuk melaksanakan protokol-protokol pemeriksaan. Tapi kedua disana, ini tidak menutup kemungkinan karena komunikasi-komunikasi di luar pekerjaan.

“Kita juga selalu menyampaikan protokol kesehatan juga itu dilakukan secara tertib di rumah tangga dalam aktifitas sehari-hari tidak hanya di pekerjaan. Karena bisa saja mereka penularannya selama beraktifitas sehari-hari. Artinya aktifitas dengan teman sekerja. Bisa saja ini bukan dari resiko pekerjaan, tapi karena kontak-kontak dengan teman kerja dan teman di rumah,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal