Saturday, December 7, 2019
Depan > Kemasyarakatan > KPRI Sumber Rejeki Gelar Rapat Anggota Bahas RK-RAPB

KPRI Sumber Rejeki Gelar Rapat Anggota Bahas RK-RAPB

Reporter : Syamsul Akbar
BANYUANYAR – KPRI Sumber Rejeki Kecamatan Banyuanyar, Kamis (31/10/2019) menggelar rapat anggota membahas Rencana Kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) Tahun 2020 di aula SDN Klenang Lor I Kecamatan Banyuanyar.

Rapat anggota RK-RAPB yang diikuti oleh puluhan anggota KPRI Sumber Rejeki yang merupakan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Kecamatan Banyuanyar ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah, Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya serta Ketua PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo Edy Supangkat.

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada segenap jajaran pengurus KPRI Sumber Rejeki atas dilaksanakannya RA RK-RAPB tahun 2020.

“Program reformasi total koperasi yang digalakkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia meliputi reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Dengan program ini diharapkan koperasi benar-benar dapat menjadi badan usaha yang modern berbasis pada anggota dan dapat beradaptasi dengan perkembangan di Era Revolusi Industri 4.0,” ungkapnya.

Menurut Siti, reorientasi artinya merubah mindset dari kuantitas menjadi kualitas. Rehabilitasi berarti melakukan perbaikan atau internalisasi koperasi untuk mewujudkan good cooperative governance serta pengembangan yang artinya mengembangkan koperasi sebagai badan usaha yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.

“Untuk mewujudkan good cooperative governance, pendidikan perkoperasian sekarang sudah saatnya harus menjadi prioritas program. Menilik pada internalisasi dan regenerasi koperasi. Sehingga dapat meningkatkan TRUST anggota dan masyarakat kepada koperasi,” tegasnya.

Sementara Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya mengatakan koperasi yang baik adalah koperasi yang berbasis anggota. Keputusan rapat anggota adalah keputusan tertinggi dalam koperasi.

“Kegiatan hari ini merupakan wujud kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi. Bagaimana segenap pengurus, pengawas dan anggota koperasi secara bersama-sama memikirkan program-program yang inovatif untuk kemajuan koperasi. Sejalan dengan hal tersebut, inovasi program koperasi sebagai badan usaha harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur jatidiri koperasi, ungkapnya.

Joko menerangkan, sebagai organisasi koperasi memiliki 2 (dua) dimensi yaitu ekonomi dan sosial. Dimensi ekonomi dalam koperasi harus berjalan untuk membangun koperasi sebagai lembaga ekonomi modern, mandiri dan tangguh serta dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Dimensi sosial koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan ikut serta menjadi gerakan kepedulian yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Sebagaimana cita-cita luhur para pendiri bangsa yang diamanatkan dalam Undang-undang (UUD) tahun 1945, Pasal 33 yang berbunyi, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal