Wednesday, November 13, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Kopi Produk Poktan R17 Desa Watupanjang Kantongi 3 Sertifikat Organik

Kopi Produk Poktan R17 Desa Watupanjang Kantongi 3 Sertifikat Organik

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Puncak perayaan Hari Jadi Kota Kraksaan ke – 9 sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo bertabur kado ulang tahun. Salah satu kado tersebut datang dari Kementerian Pertanian RI melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya pada gelaran event sinergitas Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Centre Kota Kraksaan, Selasa (22/09/2019) pagi.

Kado tersebut berupa 3 jenis sertifikat organik untuk komoditas kopi dan bantuan kendaraan roda tiga serta alat bantu pasca panen komoditas kopi. Penyerahan dilakukan oleh Kepala BBPPTP Surabaya Ardi Praptono SP. kepada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE untuk kemudian di serahkan kepada Kelompok Tani Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil yang telah 5 tahun terakhir ini melaksanakan Program Nasional 1000 Desa Pertanian Organik.

Dan selama itu pula mereka berproses melalui pembinaan dan pendampingan khusus dari BBPPTP Surabaya agar menjadi sebuah poktan yang berkomitmen dan berintegritas untuk menghasilkan produk kopi organik yang berkualitas ekspor. Tidak hanya itu saja bahkan mereka juga telah berhasil lolos uji sertifikasi oleh lembaga sertifikasi organik nasional maupun internasional.

Saat ini Kelompok Tani Rejeki 17 merupakan 1 dari 150 desa se-Indonesia yang telah mengantongi tiga sertifikat organik tersebut  antara lain adalah sertifikat UTZ yang berkaitan dengan praktek pertanian yg menghubungkan antara lingkungan, kesehatan dan keselamatan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan, sertifikat ini berlaku untuk seluruh dunia. Kemudian ada sertifikat organik EU (Uni Eropa), adalah sertifikat yang diakui oleh negara Eropa , artinya kopi poktan rejeki 17 ini bisa dipasarkan di seluruh negara Eropa. Dan yang berikutnya adalah sertifikat organik SNI, adalah sertifikat yg diakui oleh negara indonesia untuk pasar Nasional.

“Poktan Rejeki 17 Desa Watupanjang ini adalah 1 desa dari 150 desa organik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan masing – masing sertifikat ini Kelompok Tani R17 Watupanjang kedepannya bisa memasarkan produk kopinya pada tingkat regional, nasional, pasar Eropa dan bahkan ke belahan negara lainnya,” jelas Ardi Praptono saat itu.

Lebih lanjut Ardi mengemukakan adanya tenaga pendamping dari BBPPTP Surabaya agar dimanfaatkan benar – benar kedepannya untuk terus membantu mendorong dan melayani poktan agar dapat bekerjasama, dan bersinergi bersama pihak terkait untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

“Mudah – mudahan dalam waktu dekat produk dari R17 ini bisa tersebar baik di Indonesia maupun di Eropa, harapan saya R17 harus bisa menjaga komitmen dalam menjaga mutu sebagai kopi organik. Selain pemasaran yang optimal Poktan R17 juga harus sanggup mempertahankan mutu sebagai jaminan produk dan pemasaran kedepannya,” tandasnya.

Bupati Tantri menaruh harapan besar kepada Poktan R17 ini kedepannya. Saat ini produk kopi organik menurutnya sangat digemari khususnya bagi kalangan tertentu. Dengan adanya prestasi yang telah diraih poktan R17 dan kini ditambah adanya sertifikat organik yang merupakan sebagai modal utama dalam merebut segmen pasar yang sesuai.

“Semua program organik yang sudah dijalankan selama ini tentunya telah menambahkan penghasilan bagi petani kopi, kami harap dengan adanya sertifikat ini semakin meningkatkan penghasilan kelompok tani dan warga sekitarnya,”

Bupati Tantri menambahkan Pemkab Probolinggo sebelumnya telah mengupayakan terpenuhinya jalan mantab Kabupaten, salah satunya adalah untuk ruas jalan menuju Kecamatan Krucil sebagai support kedepannya. “Kami harap program ini tidak hanya berhenti disini, namun untuk dikembangkan lebih lanjut agar Desa Watupanjang juga kedepan bisa menjadi desa wisata organik,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal