Friday, November 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Kopi Krucil, Dari Probolinggo Untuk Indonesia

Kopi Krucil, Dari Probolinggo Untuk Indonesia

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL – Festival Desa Wisata tahun 2019 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Disporaparbud (Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan) dan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) sukses terlaksana.

Puncak pelaksanaan festival tersebut dilaksanakan pada Sabtu (29/6/2019) dengan dua konsep kegiatan berupa Festival Panen Raya Petik Merah Kopi Krucil di sebuah kebun kopi siap panen di Desa Bermi dan Festival Budaya Lokal sekaligus Pameran Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan Potensi Krucil di lapangan umum Desa Krucil Kecamatan Krucil.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M Sidik Widjanarko berkesempatan untuk membuka secara resmi agenda tersebut, tepatnya pada kegiatan Panen Raya Petik Merah di kebun Bermi Kecamatan Krucil.

Hadir pula dalam kegiatan itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman beserta Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono serta perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam sambutannya Sidik Widjanarko menuturkan rangkaian kegiatan pada festival tersebut merupakan wujud dukungan Pemkab Probolinggo dalam rangka mendongkrak perekonomian masyarakat petani dengan mengangkat potensi lokal Kabupaten Probolinggo menjadi potensi nasional yang salah satunya adalah komoditas kopi.

Sidik menyebutkan dua varietas kopi unggulan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo saat ini menjadi primadona bagi para penikmat kopi nusantara. Salah satu contohnya, varietas Robusta dan Arabika Cobra (Columbia Brazil) keluaran Kecamatan Krucil memiliki karakter rasa khas yang ternyata tidak didapati kopi daerah lain.

“Gubernur Jawa Timur juga sering menyampaikan bahwa salah satu produk terbaik di Jawa Timur adalah kopi Krucil. Oleh karena itu Bupati Tantri berharap kopi Krucil ini bisa mencakup lebih luas yakni komoditas unggulan khas Indonesia, Kopi Krucil untuk Indonesia,” ungkap mantan Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo ini.

Dukungan serupa juga mengalir dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman. Dalam hal ini pihaknya bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo berencana menggandeng Pusat Penelitian Kopi Kakau (Puslitkoka) Indonesia di Jember dalam sebuah hubungan kemitraan selama lima tahun kedepan.

Wahid mengatakan saat ini legislatif sedang mengajukan penganggaran untuk kegiatan pendampingan petani kopi lokal langsung dari person Puslitkoka. Pendampingan tersebut berupa teknik pengembangan budidaya kopi dan pengelolaan pasca panen pada beberapa wilayah penghasil kopi yang dimiliki Kabupaten Probolinggo.

“Hal ini merupakan bentuk keseriusan kami selaku eksekutif untuk mensuport para petani kopi Kabupaten Probolinggo agar produk kita semakin bersaing dengan kopi nusantara lainnya. Pendampingan ini sifatnya dari hulu ke hilir perjalanan kopi. Jadi tidak hanya mulai masa tanam sampai pasca panen saja, bahkan sampai strategi pemasaran ke arah eksport,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal