Tuesday, February 25, 2020
Depan > Berita Terkini > Kopi Arabika Krucil si Emas Hitam Lereng Utara Argopuro

Kopi Arabika Krucil si Emas Hitam Lereng Utara Argopuro

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL – Tim Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kopi Rakyat Kabupaten Probolinggo (eksekutif, legislatif dan KPH Probolinggo), Rabu (25/07/2018) melakukan roadshow mengunjungi salah satu kebun kopi penghasil kopi Arabika Krucil, yang kini semakin menjadi buah bibir para pecinta kopi nusantara.

Tim yang terdiri dari berbagai unsur pimpinan di Kabupaten Probolinggo ini bermaksud untuk melihat dari dekat keberadaan kebun kopi seluas 37,02 hektar di lereng utara pegunungan Argopuro. Tepatnya di dusun Pesapen desa Watupanjang kecamatan Krucil. Dimana sudah empat tahun terakhir ini sistem penanamanya menggunakan pola organik, dan kelola oleh sebuah Kelompok Tani (Poktan) bernama “Rejeki 17”.

Poktan Rejeki 17 sendiri sebelumnya terpilih sebagai salah satu pelaksana pilot Project pada Program Desa Pertanian Organik yang menjadi salah satu agenda dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo. Kini agar bisa mengantongi sertifikat kebun organik, pada awal Agustus mendatang kebun kopi organik ini terlebih dahulu akan di inspeksi dan diuji oleh sebuah Lembaga Sertifikasi Organik (LSO Is Col) yang telah ditunjuk Kementan demi menjamin kualitas organik pada kebun itu.

Sebagai bentuk support dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap usaha yang dirintis masyarakat lokal ini, tim khusus yang dipimpin oleh Wahid Nurrahman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo itu pun akhirnya menjejakkan langkahnya di lokasi perkebunan kopi yang berada di sebuah lereng dengan ketinggian 1.200 mdpl itu.

“Kopi Arabika Krucil ini ibarat emas hitam yang langka dan selalu menjadi incaran para pengusaha dan tengkulak dari luar daerah. Potensi ini InsyaAllah akan berkembang kalau semua dinas terkait guyub dan memberikan perhatian,” ungkap Wahid Nurrahman setelah mencicipi kopi kualitas organik tersebut.

Wahid berharap setelah mendengar aspirasi dari poktan Rejeki 17 dan melihat langsung segala kondisi yang ada di desa Watupanjang, tim ini mampu untuk segera merumuskan suatu solusi dan kebijakan terhadap segala kesulitan yang masih dimiliki poktan Rejeki 17, baik infrastruktur maupun pengembangan dan modifikasi produknya.

“Saya harap ini benar-benar menjadi perhatian kita semua karena ini adalah kepentingan masyarakat. Jika komoditi ini bisa diperlakukan dengan lebih baik maka kopi Arabika Krucil ini akan menjadi produk unggulan Kabupaten Probolinggo dan tentu saja akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara dukungan lain juga diutarakan Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Probolinggo, Tubagus Aep Saipudin yang juga tergabung dalam tim khusus ini. Ia sangat mengapresiasi atas kemajuan sumber daya masyarakat desa Watupanjang yang telah berhasil mengembangkan kopi organik di tengah ramainya permintaan kopi berkualitas baik pasar lokal maupun Internasional.

“Saya pikir ini merupakan langkah besar kita dalam mengembalikan reputasi kecamatan Krucil yang dulu pernah menjadi salah satu sentra penghasil kopi terbaik di Indonesia, sekaligus sebagai pendongkrak perekonomian rakyat,” ungkap Tubagus.

Dalam kesempatan itu Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para petani untuk memanfaatkan kawasan perhutani sebagai perluasan perkebunan kopi di kecamatan Krucil.

“Peluang untuk program-program sosial sudah ada, nanti kita atur tata ruang dan pengelolaannya. Selanjutnya tergantung petani nya bagaimana mereka bisa menjaga eksistensi dan meningkatkan kualitas produknya,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal