Monday, November 23, 2020
Depan > Kesehatan > Komatda Gelar Rakor Pemaparan Capaian Program I-SEE 2019

Komatda Gelar Rakor Pemaparan Capaian Program I-SEE 2019

Reporter : Mujiono
KRAKSAAN – Komatda (Komite Mata Daerah) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Yayasan Paramitra Jawa Timur menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka pemaparan capaian program I-SEE 2019, rencana tindak lanjut program 2020 serta pemaparan program bersama Komatda dan penandatanganan pakta integritas, Senin (9/3/2020) di ruang pertemuan Jabung II Kantor Bupati Probolinggo.

Kegiatan ini berinisiatif untuk menangani permasalahan penyakit mata di Kabupaten Probolinggo. Semua stakeholder bersinergi mendukung dan membangun komitmen mewujudkan sistem kesehatan mata yang komprehensip inklusif dan replikatif. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komatda Kabupaten Probolinggo dr. Mirrah Samiyah dan Direktur Paramitra Jawa Timur Asiah Sugianti dengan melibatkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Yakni, Dinas Kesehatan, 5 (lima) Rumah Sakit di Kabupaten Probolinggo, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Bagian Kesra, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Bagian Hukum, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo. Turut serta pula PDKPro (Persatuan Defabel Kabupaten Probolinggo), Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Kabupaten Probolinggo.

Analisa situasi di Kabupaten Probolinggo terhadap jumlah penduduk menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 adalah 1.172.862. Sedangkan penduduk usia diatas 50 tahun mencapai 244.751. Penduduk yang mengalami kebutaan dilihat dari prevalensi RAAB (Rapid Assessment of Avoidable Blindness) 2016 mencapai 4,4% atau 10.769 jiwa. Kebutaan akibat katarak menurut prevalensi RAAB 2016 mencapai 81% atau 8.723 jiwa.

Sedangkan kemampuan operasi katarak di rumah sakit di Kabupaten Probolinggo tahun 2019 mencapai 678, estimasi jumlah kasus baru per tahun hingga mencapai 20% prevalensi kebutaan akibat katarak atau sejumlah 1.745 jiwa.

Ketua Komatda Kabupaten Probolinggo dr. Mirrah Samiyah menyatakan, kick off ini sebuah kegiatan koordinasi, kolaborasi dan sinergi dengan lintas sektor dalam rangka optimalisasi penanganan gangguan penglihatan mata di Kabupaten Probolinggo.

“Stakeholder terkait akan melakukan tindaklanjut tentang kegiatan ini bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Komite Mata Daerah Kabupaten Probolinggo. Peran Komatda sebagai komunikator, mediator dan fasilitator ingin mensinergikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan lintas sektor untuk mengatasi angka gangguan penglihatan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, sarana prasana yang ada di rumah sakit di Kabupaten Probolinggo cukup memadai. Rumah sakit-rumah sakit khususnya di Kabupaten Probolinggo siap untuk mendukung kegiatan ini sebagaimana yang telah diintruksikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berkomitmen dalam mengatasi permasalahan serta penanggulangan gangguan penglihatan di Jawa Timur. Sehingga angka kebutaan di Provinsi Jawa Timur akan semakin berkurang kedepannya,” ujarnya.

Disela-sela rapat koordinasi tersebut dilaksanakannya penandatanganan pakta integritas komitmen untuk mendukung sisten pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, inklusif dan replikatif yang diawali oleh Direktur Yayasan Paramitra Jawa Timur Asiah Sugianti dan Ketua Komatda Kabupaten Probolinggo dr. Mirrah Samiyah. (y0n)

cww trust seal