Friday, November 15, 2019
Depan > Pendidikan > Kenalkan Program Gernas Baku

Kenalkan Program Gernas Baku

Reporter : Mujiono
BESUK – Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo mengenalkan program Gernas Baku (Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku) di KB Mutiara Desa Krampilan Kecamatan Besuk, Rabu (31/7/2019). Hal ini dilakukan di sela-sela kegiatan supervisi Penilik Diktara di KB Mutiara tersebut.

Supervisi kali ini lebih kepada melihat kesiapan para guru PAUD mengajar mulai dari penyambutan peserta didik dan orang tuanya, persiapan administrasi, RPPH dan tema pembelajaran/bermain hari ini.

Setelah supervisi administrasi lanjut kegiatan memantau proses belajar dan bermain di KB Mutiara. Secara khusus penilik memberi support dan penyuluhan kepada para orang tua dan guru PAUD tentang pentingnya pembiasaan membaca buku untuk putra putrinya, bercerita dan mendongeng sebagai stimulasi edukasi tumbuh kembang anak usia dini.

Setelah menyuluh dan menjelaskan secara teori dan gambaran pentingnya orang tua membaca buku dengan menggendong dan memangku anaknya akan memberikan pengaruh yang sangat dahsyat bagi tumbuh kembang dan kecerdasan pada anak.

Kemudian dilanjutkan dengan mencoba menawarkan 7 (tujuh) buku bacaan untuk dipraktekkan bersama putra-putrinya. Awalnya malu, namun disemangati dan diberi contoh oleh para Bunda PAUD, akhirnya mereka semangat mencoba dan memperagakan bersama putra putrinya.

Massajo menerangkan program Gernas Baku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Dirjen PAUD dan Dikmas melalui Direktorat Pendidikan Keluarga, terus disosialisasikan pada lembaga PAUD, para orang tua dan masyarakat.

“Hal ini dikarenakan program Gernas Baku ini memberikan dampak yang sangat baik bagi tumbuh kembang balita, budaya, kreatifitas, daya kritis bahkan cerdas literasi bagi masyarakat. Gemar membaca, maka tingkat keberaksaraan dan literasi meningkat,” katanya.

Menurut Massajo, tanggal 27 Juli merupakan even puncak Gernas Baku secara nasional. Namun dalam implementasinya adalah sepanjang waktu, sebagaimana amanah undang-undang belajar sepanjang hayat.

“Harapannya melaui Gernas Baku di tingkat PAUD dapat menciptakan oase pendidikan yang diliputi suasana riang, gembira, ceria, berimajinasi, menanam dan membangun karakter sejak dini sehingga peserta didik PAUD tetap happy and smile,” harapnya.

Massajo menambahkan, beberapa referensi hasil lembaga survei menunjukkan, PISA (lembaga survei internasonal), Indonesia berada di posisi nomor urut 64 dari 72 negara, tentang minat membaca para peserta didik. Data BPS tahun 2015, sebesar 91,47% lebih suka nonton acara TV dan hanya 13,11 % minat membaca.

“Semoga dengan stimulasi Gernas Baku di lembaga PAUD ini secara bertahap mampu membangun persepsi positif, anak lebih tertarik pada buku dari pada main game,” pungkasnya. (y0n)

cww trust seal