Saturday, December 7, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > Kak Timbul Buka Perticab I Semarak Peringatan HKN ke-55

Kak Timbul Buka Perticab I Semarak Peringatan HKN ke-55

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo yang juga Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Kak Drs. HA. Timbul Prihanjoko secara resmi membuka Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Cabang (Perticab) I Probolinggo di obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Jum’at hingga Minggu (15-17/11/2019).

Perticab I yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 ini dimeriahkan dengan teatrikal perjuangan melawan penjajah serta tampilan beragam pentas seni tari dan budaya. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo, Pembina dan Pengurus Saka Bakti Husada Cabang Probolinggo, Pinsaka dari Saka Bhayangkara dan Wirakartika, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo selaku Kamabisaka Ranting.

Kegiatan yang digelar oleh Saka Bakti Husada (SBH) Cabang Probolinggo dengan tema “Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Wujudkan Generasi Sehat Indonesia Unggul” ini diikuti oleh 686 orang terdiri dari peserta 520 orang (putra 237 orang dan putri 283 orang), pendamping 88 orang (putra 45 orang dan putri 43 orang) serta peninjau sebanyak 78 orang.

Pembukaan ini ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta Perticab I dan penyerahan pusaka oleh Kak Timbul didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo selaku Kamabi Saka SBH Probolinggo Kak dr. Anang Budi Yoelijanto kepada Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Probolinggo Sulastri.

Dalam sambutannya Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo Kak Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan gerakan pramuka merupakan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi generasi muda Indonesia yang pendidikannnya diselenggarakan di luar lingkungan sekolah dan luar lingkungan keluarga dengan menanamkan keterampilan kecakapan hidup (life skill).

“Tujuannya adalah mendidik generasi muda Indonesia agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, terampil, mandiri, bermental kuat dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ini artinya selaras dengan tujuan gerakan pramuka Saka Bakti Husada jelas Kak Timbul. Dimana suatu gerakan untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat lingkungannya.

“Dengan adanya gerakan pramuka Saka Bakti Husada diharapkan dapat melakukan pemberdayaan dikalangan remaja guna mendukung penyelesaian permasalahan kesehatan melalui upaya promotif dan preventif serta gerakan yang sistematis dan terus nenerus untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” tegasnya.

Lebih lanjut Kak Timbul menghimbau kepada seluruh kepala puskesmas selaku Kamabi Saka Bakti Husada di ranting untuk mengaktifkan pangkalan Saka Bakti Husada yang sudah terbentuk dengan memberikan keterampilan kecakapan hidup bagi anggota SBH sesuai dengan krida yang ada.

“Jadikan gerakan pramuka Saka Bakti Husada sebagai pemberdaya masyarakat, pelopor dan pendidik sebaya untuk membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi di masing-masing puskesmas. Lakukan upaya pencegahan stunting serta penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo, dengan intervensi sensitif yang dapat didukung oleh pramuka melalui wadah SBH Darling. Sebagai contoh SBH sebagai pendamping minum tablet tambah darah (fe), edukasi isi piringku, kader juru pemantau jentik (jumantik) dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh pramuka,” pungkasnya.

Sementara Kamabi Saka SBH Probolinggo Kak dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan Perticab ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 yang jatuh pada tanggal 12 Nopember 2019 dengan tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul”.

“Dimana perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mendatang diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia. Dan ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas yaitu stunting dan JKN,” ujarnya.

Terkait dengan masalah stunting, Kak Anang mengaku sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam penanganan stunting. Diantaranya melalui 1000 HPK bahkan ditambah menjadi 1100 HPK (mulai dari calon pengantin).

“Namun karena kompleksitas masalah kesehatan tersebut, maka perlu memaksimalkan upaya promotif dan preventif dengan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang ada di Kabupaten Probolinggo serta melakukan kemitraan dengan gerakan pramuka. Yakni dengan mengaktifkan Saka Bakti Husada,” jelasnya.

Menurut Kak Anang, dengan memberikan pemahaman dan ketrampilan krida pada anggota SBH diharapkan para remaja dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dibimbing untuk menjadi pelopor dan pendidik sebaya untuk remaja lainnya, keluarga serta masyarakat.

“Saya berharap kepada seluruh kepala puskesmas selaku Kamabi Saka Ranting, buatlah sebuah inovasi sesuai dengan permasalahan kesehatan yang ada dan libatkan Saka Bakti Husada dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Pimpinan SBH Cabang Probolinggo Kak Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan Perticab sebagai media berkegiatan bersama antar anggota Satuan Karya Bakti Husada se-Kabupaten Probolinggo.

“Secara khusus tujuannya sebagai sarana konsolidasi organisasi menuju SBH Probolinggo yang berdaya, sebagai sarana aktualisasi diri bagi pramuka penegak dan pandega agar mempunyai sikap mental, kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan yang lebih positif, meningkatkan peran aktif anggota SBH sebagai pelopor masyarakat cinta sehat serta meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan anggota SBH maupun masyarakat,” ungkapnya.

Perticab I ini diisi dengan sejumlah kegiatan diantaranya korve, ibadah, olahraga pagi, apel pagi dan apel sore (kegiatan rutin), ceramah umum andalan cabang Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo dan entrepreneurship berbasis kesehatan (kegiatan wawasan), implementasi Krida Bina PHBS, Bina Obat, Bina Gizi, Bina Lingkungan Sehat, Bina Keluarga Sehat dan Penanggulangan Penyakit (kegiatan kesakaan) serta PSN dan bersih pantai serta penyuluhan DBD (kegiatan bakti fisik).

Selain itu juga ada kegiatan lomba meliputi lomba pentas seni dengan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), lomba membuat design poster kesehatan, lomba penyuluhan kesehatan tentang stunting, lomba senam peregangan dengan music SBH Darling, lomba K3 tenda serta lomba PPGD awam. Disamping kegiatan pendamping diantaranya sosialisasi pelaksanaan SBH dan pemahaman petunjuk penyelenggaraan SBH oleh Pinsaka serta pemahaman pentingnya memiliki SBH di pangkalan oleh instruktur. (wan)

cww trust seal