Saturday, July 4, 2020
Depan > Berita Terkini > Jangan Khawatir, Blanko Cetak KTP Elektronik Sudah Tersedia Cukup

Jangan Khawatir, Blanko Cetak KTP Elektronik Sudah Tersedia Cukup

Reporter : Hendra Trisianto
DRINGU – Masyarakat Kabupaten Probolinggo kini tidak perlu khawatir lagi akan kurangnya ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP. Pasalnya untuk tahun 2020 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI berkomitmen untuk memenuhi segala kebutuhan cetak E-KTP bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi sebagai jawaban atas keresahan sebagian masyarakat yang khawatir tidak kebagian blangko e-KTP beberapa hari lalu sejak minggu ketiga Januari 2020.

Slamet Riyadi mengakui bahwa sebelumnya selama tahun 2019 distribusi blangko e-KTP dari pemerintah pusat memang sangat terbatas, bahkan beberapa kali sempat terjadi kekosongan blangko. Agar pelayanan tetap terlaksana pihaknya pun menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti fungsi e-KTP untuk sementara.

Sedangkan distribusi blangko e-KTP untuk Dispendukcapil di seluruh Indonesia baru dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Januari 2020. Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo pun segera melakukan pengambilan blanko tersebut pada tanggal 15-16 Januari di Jakarta sebanyak 10 ribu keping.

“Berita tersedianya blangko ini pun segera tersebar ke tengah masyarakat bahkan sampai ke media sosial, tak ayal sejak hari Senin (20/01/2020) masyarakat pun berbondong-bondong menuju Dispendukcapil di komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo dan antri untuk mendapatkan pelayanan cetak e-KTP atau menukarkan Suket dengan E-KTP,” terang Slamet.

Bahkan kata Slamet Riyadi karena beralasan ingin segera mendapatkan e-KTP dan khawatir tidak kebagian blangko, masyarakat pemohon pelayanan cetak e-KTP ini tidak sedikit juga yang datang jauh lebih awal yakni setelah sholat Subuh.

Lebih lanjut mantan Camat Paiton ini menuturkan sejak antrian layanan cetak e-KTP ini terjadi, pihaknya menyikapinya dengan melakukan percepatan layanan dengan memaksimalkan penggunaan 4 (empat) unit printer yang dimiliki serta membuka layanan lebih awal dan lebih lama yakni dibuka pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Alhasil setiap harinya 700-1000 keping e-KTP berhasil di cetak.

“Perlu diketahui bahwa sering kali pemilik nomor antrian antara 1-50 pada saat jam 06.00 pelayanan mulai dibuka ternyata orangnya tidak ada dan baru datang kemudian pada pukul 08.00 WIB. Artinya orang-orang yang mengambil nomor antrian pada jam 05.00 pagi itu tidak membutuhkan pelayanan pada jam tersebut namun hanya untuk mengambil nomor antrian saja,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut Slamet menghimbau kepada masyarakat agar kedepannya tidak lagi berbondong-bondong mengantri pada pagi hari karena khawatir tidak kebagian blangko e-KTP. Namun demikian prioritas cetak e-KTP adalah tetap bagi yang belum pernah punya e-KTP, rusak karena bencana serta pergantian e-KTP karena adanya perubahan data.

“Bagi pemilik e-KTP jilid pertama yakni yang tertera tanggal berlakunya, jika fisik kepingnya tidak rusak maka itu tetap berlaku seumur hidup dan kami tidak bisa mengganti yang baru,” tandasnya.

“Jadi kami mohon kepada masyarakat, khususnya melalui petugas kecamatan, desa dan kelurahan untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak perlu lagi berbondong-bondong datang ke MPP sehingga tidak menyita waktunya untuk bekerja dan lain lain. Sehingga kami juga bisa maksimal dalam memberikan pelayanan,” imbuhnya. (dra)

cww trust seal