Tuesday, August 11, 2020
Depan > Kesehatan > Jalani Observasi, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Pastikan Mahasiswa Sehat

Jalani Observasi, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Pastikan Mahasiswa Sehat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Setelah menjalani observasi selama 3 (tiga) hari di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, mahasiswa Kabupaten Probolinggo yang baru pulang dari China akhirnya kembali ke keluarganya masing-masing. Hal ini dilakukan setelah pihak rumah sakit memastikan para mahasiswa ini dalam keadaan sehat dan tidak terindikasi terjangkit Novel Corona Virus (n-CoV).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto saat menggelar jumpa pers di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Senin (3/2/2020) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Inspektur Sigit Sumarsono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutug Edi Utomo, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Mansur, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Yulius Christian dan Direktur RSUD Tongas dr. Hariawan Dwi Tamtama.

“Mahasiswa Kabupaten Probolinggo yang baru datang dari China ini langsung dilakukan pengamatan dan pemantauan pertama di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sebelumnya mereka telah menjalani sejumlah screening mulai sebelum keluar dari China hingga tiba di Indonesia,” katanya.

Menurut Anang, saat ini sudah ada 16 mahasiswa Kabupaten Probolinggo yang sudah pulang dan datang di Kabupaten Probolinggo. Dari sini ada 10 mahasiswa yang sudah diobservasi selama 2 hingga 3 hari. Selanjutnya mereka kembali ke rumahnya masing-masing.

“Progres dari Pemerintah Daerah, mahasiswa yang sudah kembali ke keluarganya masing-masing tetap akan dimonitor oleh puskesmas. Jika kemudian hari ada sesuatu, maka kita akan kembalikan ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Anang menjelaskan sebenarnya para mahasiswa ini bukan berada di Wuhan. Tetapi kota lain yang jaraknya hampir mencapai 900 kilometer. Disana para mahasiswa menjalani sejumlah pemeriksaan yang sangat ketat dan tidak diijinkan keluar rumah.

“Setelah keluar dari China, mereka juga menjalani pemeriksaan. Mereka memenuhi prosedur keimigrasian dan kesehatan pelabuhan, mereka mendapatkan kartu kuning kesehatan. Observasi ini merupakan fokus dari Ibu Bupati agar mereka betul-betul terlayani dengan baik. Alhamdulillah semuanya sehat,” tegasnya.

Sementara Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Mansur menyebutkan puluhan mahasiswa tersebut dilakukan pemeriksaan berupa tanya jawab apakah terkena demam, batuk dan sesak. Disamping juga pemeriksaan fisik berupa tekanan darah, denyut nadi dan pernafasan serta suhu tidak boleh lebih dari 38 derajat celcius. “Selanjutnya ditindaklanjuti dengan foto rontgen. Tetapi tidak ada tanda-tanda dari virus tersebut,” ujarnya.

Mansur menegaskan bahwa mahasiswa ini adalah orang dalam pemantauan dan sehat. Sebab mereka hanya diobservasi dan tidak ada pantangan apapun baik makanan dan minuman. Hanya saja mereka harus membatasi aktivitasnya dan disarankan selalu memakai masker sampai masa batas inkubasi hingga 14 hari.

“Sesampainya di rumah mereka juga tetap harus memakai masker dan membatasi komunikasi dengan keluarga dan masyarakat. Hal ini dilakukan agar tetap sehat. Sebab jika orangnya sehat, maka virus dan kuman tidak akan mampu menyerang,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Seoparwiyono menyampaikan upaya observasi terhadap mahasiswa yang baru datang dari China ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan harapan warganya tetap sehat.

“Mereka itu tidak sakit dan disana sudah dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, mereka yang betul-betul sehat boleh pulang. Observasi ini merupakan SOP (Standar Operasional Prosedur) dari rumah sakit sesuai dengan petunjuk Ibu Bupati agar mereka tetap sehat,” katanya.

Sekda Soeparwiyono menegaskan upaya observasi ini dilakukan dengan maksud ingin memastikan agar warga Kabupaten Probolinggo yang baru pulang dari China senantiasa tetap sehat.

“Setelah pulang kita akan pantau mereka sampai 14 hari. Sementara ini baru mahasiswa, untuk masyarakat yang menjadi TKI kami sudah meminta para Camat dan Kepala Desa agar mendeteksi apakah ada warganya yang disana. Sekali lagi, harapannya semua warga Kabupaten Probolinggo sehat,” harapnya. (wan)

cww trust seal