Saturday, July 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Jadikan Selamatan Desa Sebagai Media Introspeksi Diri

Jadikan Selamatan Desa Sebagai Media Introspeksi Diri

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Puncak rangkaian kegiatan selamatan Desa Asembagus 2019 ditutup dengan pengajian umum dan Haul Mbah Sayyid Syawal dan para sesepuh desa lainnya, Rabu (27/11/2019) malam di halaman Kantor Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan.

Agenda rutin tersebut dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si sekaligus untuk menyerahkan santunan bagi segenap lansia (lanjut usia) dan puluhan anak yatim piatu Desa Asembagus.

Dalam tausiahnya Hasan Aminuddin mengajak masyarakat agar menjadikan momentun selamatan desa ini sebagai media introspeksi diri sebagai upaya untuk meningkatkan hablumminallah dan hablumminannas dalam kehidupan sehari-hari.

Hasan Aminuddin menyebutkan introspeksi hablumminallah yang paling sederhana adalah introspeksi selama satu tahun kebelakang bagaimana kita menjalankan kewajiban sholat lima waktu secara tepat waktu. Indikatornya adalah ketenangan hidup, jika selama ini selalu merasa sumpek dan begitu banyak permasalahan mendera, bisa jadi urusan sholatnya belum beres

“Coba hentikan semua kegiatan tatkala mendengar kumandang adzan dan lalu dirikan sholat, InsyaAllah kebahagiaan dunia akhirat akan kita raih. Bereskan sholat lima waktu apalagi tepat waktu, InsyaAllah setiap permasalahan kita akan diurai oleh Allah,” terang Hasan Aminuddin.

“Sementara upaya memperbaiki hablumminallah juga bisa dilakukan dengan tidak mencari-cari persoalan orang lain, tetapi carilah persoalan diri sendiri. Nilailah orang lain dengan memakai hakekat dan diri sendiri dengan syariat. Dengan demikian Insya Allah tidak akan mudah menilai orang lain,” imbuhnya.

Selanjutnya suami Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE ini mengajak untuk bersama-sama lebih peduli terhadap pendidikan akhlak anak-anak di era milenial saat ini. Maraknya krisis akhlak generasi muda saat ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya contoh sikap dan akhlak baik dari orang tuanya kepada anak saat di rumah.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin menjelaskan solusi bagi krisis akhlak generasi penerus saat ini. Saatnya bagi orang tua untuk introspeksi dan memperbaiki diri, karakter anak-anak masa kini sangat haus contoh dan tauladan dari para orang tua. Selanjutnya adalah mendoakan anak-anak kita setiap saat, karena orang tua kini mulai lupa mendoakan anak anak mereka.

“Kekayaan yang sebenarnya adalah anak, mau dibawa kemana dan menjadi apa anak kita adalah tergantung kita selaku orang tua. Mulailah dari rumah kita, bagaimana cara kita bersikap dan bertindak tanduk, selamatkan anak kita dari segala pengaruh buruk untuk menghantar anak-anak kita menjadi generasi terbaik bagi Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal