Thursday, November 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Habiskan Rp 957 Juta, Loss Pasar Rakyat Krucil Diresmikan

Habiskan Rp 957 Juta, Loss Pasar Rakyat Krucil Diresmikan

Reporter : Syamsul Akbar
KRUCIL – Pemanfaatan Loss Pasar Rakyat Krucil diresmikan oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko, Senin (18/3/2019) pagi. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita terhadap pasar yang dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 957.924.000 tersebut.

Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo, Forkopimka Krucil, para kepala pasar di Kabupaten Probolinggo, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para pedagang yang biasa berjualan di Pasar Rakyat Krucil.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli barang atau jasa memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar pasar dari lintas desa, kecamatan, kabupaten, kota bahkan provinsi. “Pasar juga merupakan tempat bergantungnya sebagian masyarakat untuk mencari nafkah,” katanya.

Menurut Mahbub, kegiatan rehab pasar tahun 2018 diperuntukkan merehab loss, pagar, drainase, pavingisasi, talang dan pengecatan yang kondisinya mulai kusam dan rapuh untuk menjadi baik dan menarik diantaranya Pasar Sumber, Pasar Banyuanyar, Pasar Pajarakan, Pasar Krucil, Pasar Kraksaan Wetan. “Serta membangun loss dan kios RPH di lokasi Pasar Krucil dari pedagang terdampak sebanyak 100, kios atau lapak sejumlah 89 dan loss sebanyak 11,” terangnya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki pasar tradisional sebanyak 34 pasar dan jumlah pedagang 7.853 pedagang dan apabila diasumsikan maka ada 31.412 orang yang hidupnya bergantung di pasar.

“Pada tahun 2018 dibangun 6 pasar diharapkan dapat memberi contoh pasar kurang baik menjadi pasar tradisional yang bersih, tertib, aman dan nyaman. Terwujudnya pasar sehat, berdaya saing dan diminati masyarakat. Tahun 2019 akan dibangun 6 pasar tradisional lagi melalui Disperindag Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Selain pembangunan dan revitalisasi pasar tahun 2018 yang berjumlah 6 pasar tradisional, pengelolaan diharapkan secara profesional dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai tempat penjualan dan promosi produk unggulan khas Kabupaten Probolinggo.

“Pada tahun 2019 ini kita sudah memasuki era perdagangan bebas Asean atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kita tidak perlu risau dan khawatir manakala kita mampu mengenali diri kita, mengenal jati diri kita sebagai masyarakat gotong royong, repo seliro dan masyarakat yang cinta kasih,” tegasnya.

Sidik menghimbau dan berharap kepada masyarakat agar selalu mengibarkan semangat cintai produk Indonesia. “Insya Allah produk kita menjadi kebanggaan negeri sendiri. Tumbuhnya pasar modern tidak lagi meresahkan para pedagang tradisional, tetapi bisa menjadikan semangat mengelola pasar tradisional secara modern dan profesional,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Sidik mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo, termasuk Kepala OPD dan Camat untuk berbelanja ke pasar rakyat tradisional. “Semoga keberadaan pasar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo dan khususnya bagi para pedagang untuk menjual dagangannya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal