Tuesday, October 22, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > Gebyar Seni Pelepasan Peserta Didik PAUD KB PGRI 2 Kecik

Gebyar Seni Pelepasan Peserta Didik PAUD KB PGRI 2 Kecik

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – KB PGRI 2 Desa Kecik Kecamatan Besuk melakukan pelepasan peserta didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dikemas dalam gebyar seni, Sabtu (22/6/2019). Berbagai kreasi penampilan dan action anak-anak PAUD unjuk kemampuannya sebagai bagian even dan capaian dalam proses belajar dan bermain di lembaga tersebut.

Kegiatan pelepasan peserta didik KB PGRI 2 Desa Kecik ini dihadiri oleh Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo didampingi Kepala SDN Kecik 2, komite, para tokoh masyarakat dan tokoh agama, wali murid dan para gurunya.

Sebanyak 27 peserta didik PAUD tampil dan berekspresi diatas panggung dengan variasi, kreasi, menunjukkan kamampuan dan keberanian tampil ceria, gembira dan full smile secara bergantian baik secara perorangan maupun berkelompok.

Para wali murid dan masyarakat yang hadir melihat secara langsung berdecak kagum seolah terhipnotis dengan kelincahan anak-anak PAUD mulai dari penampilan gerak dan lagu, tari-tarian adat tradisional, membaca surat-surat pendek Al Qur’an, puisi dan lain-lain.

Dari 27 peserta didik KB PGRI 2 Desa Kecik, ada 14 anak diwisuda, 6 anak laki-laki, 8 anak perempuan yang sudah dinyatakan tuntas belajar dan bermain selanjutnya menuju jenjang sekolah TK.

Dengan momentum pelepasan peserta didik KB PGRI 2 Desa Kecik, kehadiran lembaga dan layanan pendidikan anak usia dini sangat dirasakan manfaatnya masyarakat khususnya di Desa Kecik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat, undangan hadir menyaksikan dan sangat antusias mengikuti acara hingga selesai.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo sangat mengapresiasi suksesnya acara pentas seni pelepasan anak didik lembaga KB PGRI 2 Desa Kecik. Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengamati dan menilai peran guru sebagai pendidik PAUD memotivasi, merangsang tumbuh kembang dan kecerdasan anak luar biasa sabar, tekun, kreatif dan berintegritas. Serta, dukungan wali murid dan masyarakat terhadap lembaga PAUD juga harus maksimal dan bersinergi untuk memenuhi kebutuhan lembaga dalam perencanaan dan penganggaran.

“Pembinaan, kurikulum, penilaian dan regulasi serta standar penyelenggaran PAUD hendaknya dipedomani sebagai patokan dalam penyelenggaraan PAUD. Hendaknya dipahami bersama baik para guru, wali murid, masyarakat, para pemangku kepentingan dan lain-lain. Bahwa pola dan suasana belajar PAUD melalui pendekatan belajar dan bermain, bukan membaca, menulis dan berhitung,” katanya.

Melalui kegiatan pelepasan peserta didik yang dikemas dengan pentas seni sebagai even tahunan ini Massajo mengharapkan layanan PAUD semakin meningkat maju dan berkualitas serta dukungan maksimal para orang tua, pemerintah desa dan masyarakat. Karena secara institusi dan kelembagaan layanan PAUD ini bersifat mandiri, swadaya dan demokratis.

“PAUD ada karena adanya kebutuhan dan keinginan masayarakat. Dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Namun demikian, pemerintah baik pusat maupun daerah melalui Ibu Bupati Probolinggo tetap memberikan bantuan support anggaran dan pembinaan, prioritas kebijakan sehingga PAUD terus tumbuh berkembang dan menuju layanan PAUD berkualitas,” pungkasnya. (wan)