Wednesday, November 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Fasilitasi Penyusunan RK dan RAPB KSPPS Wanita

Fasilitasi Penyusunan RK dan RAPB KSPPS Wanita

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sejak awal Oktober 2019 lalu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo memberikan fasilitasi penyusunan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Wanita. Secara keseluruhan, fasilitasi penyusunan RK dan RAPB ini diberikan kepada 114 KSPPS Wanita yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Kasi Penyuluhan dan SDM Josef Teguh Sulaksono mengungkapkan KSPPS Wanita adalah sebuah organisasi koperasi dengan basis keanggotaannya merupakan kelompok anggota pengajian. Karena memang koperasi ini mempunyai cita-cita dan harapan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

“Dalam fasilitasi ini kami menyampaikan tata cara, kaidah-kaidah dan aturan perundang-undangan terkait penyusunan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja KSPPS Wanita,” ungkapnya.

Menurut Josef, pendampingan ini bertujuan agar anggota KSPPS Wanita ini bisa menentukan waktu dan kapan cita-cita yang diharapkan bisa dicapai. Paling tidak nantinya dengan adanya RK dan RAPB ini anggota KSPPS Wanita bisa menentukan sendiri waktu pencapaian program kerjanya.

“Contoh dari modal sendiri perkembangannya stagnan, tetapi satu sisi pelayanan harus meningkat. Paling tidak dengan adanya penyusunan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) ini bisa menjadi pengendali modal sendiri KSPPS Wanita,” jelasnya.

Untuk meningkatkan modal sendiri terang Josef, simpanan wajib harus diaktifkan dan jumlahnya kalau bisa meningkat. Pembahasan untuk menaikkan simpanan wajib ini bisa dituangkan dalam rapat anggota.

“Apabila sudah dirapatkan dan disetujui maka nantinya akan menjadi pedoman pengurus untuk melangkah pada tahun berikutnya. Untuk SHU (Sisa Hasil Usaha) paling tinggi pada KSPPS Wanita se-Kabupaten Probolinggo diraih KSPPS Wanita Desa Taman Kecamatan Paiton dengan SHU sebesar Rp 15 juta,” terangnya.

Josef menjelaskan yang paling krusial dalam penyusunan RK dan RAPB KSPPS Wanita berkaitan dengan aspek kelembagaan, permodalan dan usahanya. Kalau kelembagaan terkait dengan penyiapan kader pengurus untuk pengurus berikutnya. Selain itu masalah pendidikan keanggotaan koperasi. Pengurus koperasi itu harus memahami lembaga koperasi dan mampu mempengaruhi masyarakat.

“Dari sisi permodalan, harus melakukan penggalian sisi permodalan yang ada. Anggota koperasi harus mempunyai rasa memiliki lembaga koperasinya. Terkait usaha koperasi, saat ini banyak yang bergelut pada usaha simpan pinjam. Oleh karena itu harus dibuat aturan koperasi simpan pinjam saja,” tegasnya.

Dengan adanya penyusunan RK dan RAPB KSPPS Wanita ini Josef mengharapkan KSPPS Wanita bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Paling tidak mereka mempunyai target sendiri yang pada akhirnya menjadi koperasi yang mandiri. Dalam artian mandiri bisa dari sisi permodalan tidak ada campur tangan dari orang lain,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal