Friday, November 22, 2019
Depan > Pendidikan > Empat SMP Didatangi Tim Verifikasi Lapang Sekolah Adiwiyata Jatim

Empat SMP Didatangi Tim Verifikasi Lapang Sekolah Adiwiyata Jatim

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, empat sekolah di Kabupaten Probolinggo didatangi oleh Tim Verifikasi Lapang Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Sabtu (27/4/2019). Keempat sekolah tersebut diantaranya SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan, SMPN 1 Gending dan SMPN 3 Gading.

Tim verifikasi lapang Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur sebanyak 4 (empat) orang ini dipimpin oleh Dyah Larasayu. Selanjutnya tim terbagi menjadi 2 (dua) tim yang masing-masing mendatangi 2 (dua) sekolah. Mereka didampingi oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.

Pada keempat sekolah tersebut dilakukan pemaparan tentang program Adiwiyata yang berwawasan lingkungan yang sudah dilakukan baik di SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan, SMPN 1 Gending dan SMPN 3 Gading. Selanjutnya dilakukan penilaian lapang dengan melakukan dialog dengan beberapa siswa dan guru serta melihat secara langsung kondisi riil pengelolaan sekolah Adiwiyata sesuai yang tercantum dalam profil yang sudah dikirimkan.

Ketua Tim Verifikasi Lapang Sekolah Adiwiyata Jawa Timur Dyah Larasayu menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas dukungan semua pihak sehingga sekolah mampu menerapkan sekolah berwawasan lingkungan.

“Saya memberikan apresiasi karena dengan program ini berarti pihak sekolah sejak usia dini sudah menanamkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Dyah meminta pihak sekolah agar tidak berhenti semangat demi mendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan. “Tujuan Adiwiyata adalah mengubah mindset semua elemen yang ada di sekolah untuk berperilaku peduli kepada lingkungan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Anang Budiarto mengungkapkan verifikasi lapang calon sekolah Adiwiyata ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.

“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata dilaksanakan berdasarkan prinsip edukatif, partisipatif dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Anang, pelaksanaan program sekolah Adiwiyata dikembangkan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten apabila sekolah telah mencapai nilai paling rendah 56 (70% dari nilai total), tingkat provinsi apabila sekolah mencapai nilai paling rendah 64 (80% dari nilai total), tingkat nasional apabila sekolah mencapai nilai paling rendah 72 (90% dari nilai total) dan tingkat mandiri apabila sekolah sudah sebagai sekolah Adiwiyata Nasional yang telah melakukan pembinaan ke-3 sekolah dan telah mencapai Adiwiyata tingkat kabupaten.

“Komponen/indikator penilaian sekolah Adiwiyata sesuai Permen Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis partisipatif, kegiatan lingkungan berbasis partisipasif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan,” jelasnya.

Anang menerangkan data kontribusi sekolah terhadap peningkatan kualitas lingkungan berupa data pengelolaan sampah, data penghematan air, listrik dan ATK serta data penghijauan terhitung mulai 3 tahun ke belakang. Selain itu, kajian lingkungan sekolah berdasarkan pada potensi dan permasalahan lingkungan daerah dan rencana aksi sekolah.

“Harapan kami ke depan, semua sekolah calon Adiwiyata tetap bersemangat dalam meraih predikat Adiwiyata baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Meskipun demikian, hal itu bukanlah tujuan akhir. Karena yang terpenting bagaimana sekolah menerapkan suasana sekolah yang berwawasan lingkungan dengan keterlibatan semua pihak sekolah, baik guru maupun muridnya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal