Monday, September 16, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Empat Desa Kedatangan Tim Evaluasi Teknis dan Lapangan Program Desa Berseri Jatim

Empat Desa Kedatangan Tim Evaluasi Teknis dan Lapangan Program Desa Berseri Jatim

Reporter : Hendra Trisianto
KREJENGAN – Tim Evaluasi Teknis dan Lapangan Program Desa Bersih dan Lestari (Berseri) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur tahun 2019, turun untuk melakukan visitasi lapangan terhadap 4 (empat) desa di Kabupaten Probolinggo, Jum’at dan Sabtu (5-6/4/2019).

Empat desa tersebut yakni desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan, Krejengan Kecamatan Krejengan dan Bhinor Kecamatan Paiton yang saat ini sedang mengupayakan untuk naik menuju Desa Berseri tingkat Madya. Sementara Desa Bago Kecamatan Besuk sebagai desa rintisan diharapkan kali ini dapat memenuhi kriteria dan mampu lolos untuk tingkat Pratama pada Program Desa Berseri Jawa Timur ini.

Tim tersebut dipimpin oleh Ratih Murwani selaku Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada DLH Provinsi Jawa Timur dengan tiga anggotanya yakni Fauzi Bachtiar A, Dwiyana Margaretha dan satu mahasiswi FKM Unair Viddina Xyquizintya. Proses penilaian ini juga didampingi oleh Anang Budiarto selaku Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan pada DLH Kabupaten Probolinggo.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut setelah empat desa/kelurahan perwakilan Kabupaten Probolinggo dinyatakan lolos Evaluasi Administrasi melalui data link yang sebelumnya telah dikirim kepada DLH Provinsi Jawa Timur. Data link tersebut menggambarkan kondisi lingkungan desa melalui visual gambar, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam serta data komponen kelembagaan pada pemerintahan desa.

Pada setiap kunjungan sebelum melakukan peninjauan lapangan, tim berkesempatan untuk mendengarkan langsung presentasi dari masing-masing Kepala Desa tentang kebijakan-kebijakannya serta presentasi dari ketua kader lingkungan desa tentang implementasi program kerja kader lingkungan.

“Desa Krejengan adalah salah satu desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, namun edukasi masyarakat tentang pengelolaan lingkungan perlu ditingkatkan. Seharusnya tidak kami temukan sampah plastik saat penilaian, apalagi dengan adanya bank sampah yang sangat memadai di desa ini,” ungkap Fauzi Bachtiar A, pada saat melakukan penilaian di Desa Krejengan.

Lebih lanjut Fauzi menuturkan, dalam Program Desa/Kelurahan Berseri sedikitnya ada enam komponen dasar yang harus didukung oleh peran aktif masyarakat bersama Kepala Desa. Yakni masyarakat sudah bisa pilah sampah, komposter untuk pengelolaan sampah basah, bank sampah untuk pengelolaan sampah kering yang diharapkan ada di masing-masing RW selain ada bank sampah induk, Kader yang aktif, inovasi lingkungan serta penataan jalan lingkungan dan tanaman di setiap gang.

“Impian kita, desa dan kelurahan di Jawa Timur mampu menjadi Kampung Berseri Jatim yaitu desa/kelurahan yang telah mampu mengelola lingkungan dengan mandiri. Baik itu sampah, penyedia pupuk hijau, pembibitan dan memiliki RTH. Jika hal ini bisa dicapai tentu desa ini akan menjadi daya tarik bagi orang lain untuk datang, melihat dan belajar tentang tata kelola lingkungan hidup,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut Anang Budiarto selaku Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan pada DLH Kabupaten Probolinggo menilai, kepala desa dan kader lingkungan perlu mencari solusi dan inovasi untuk lebih mendorong dan memancing peran serta masyarakat untuk mensukseskan program ini.

“Tujuan program Desa Berseri ini tidak lain adalah untuk menciptakan suasana lingkungan masyarakat yang bersih, teduh, sehat dan indah. Dimana hal ini harus diupayakan bersama masyarakat karena yang akan merasakan dampak positifnya adalah masyarakat desa itu sendiri,” ucapnya.

Selain terciptanya lingkungan Berseri, harapan selanjutnya adalah perubahan karakter masyarakat yang lebih bijak terhadap lingkungannya serta mampu mengelola sampah dengan tepat. “Kalau masyarakat sudah mandiri dalam hal ini tentu akan meringankan kerja pemerintah desa dalam pengelolaan tata lingkungan,” pungkasnya. (dra)