Saturday, May 30, 2020
Depan > Informasi Layak Anak > Edukasi Siswa TK Cara Kerja Tim Damkar

Edukasi Siswa TK Cara Kerja Tim Damkar

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kraksaan yang berada di area Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, Senin (24/2/2020) terlihat ramai dikunjungi anak-anak dari peserta didik asal Kecamatan Besuk. Mereka sengaja datang untuk belajar, bermain dan mengenal cara kerja tim damkar dalam melakukan tugasnya.

Sebanyak 36 orang peserta didik ini berasal dari 2 (dua) TK PKK yang ada di Kecamatan Besuk. Yakni, TK PKK Tunas Suci Desa Matekan dan TK PKK Desa Matekan. Mereka dipandu oleh Kepala TK PKK Tunas Suci Martin Erlinda dan Kepala TK PKK Desa Matekan Yuliati bersama para gurunya.

Turut membersamai kegiatan fiel trip ini para orang tuanya dan Pengawas TK Kecamatan Besuk Sri Dewi Muljati. Mereka aktif memandu dan menyemangati selama kegiatan berlangsung.

Pengawas TK Kecamatan Besuk Sri Dewi Muljati mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan agar para peserta didik sejak dini mengenal akan petugas pemadam kebakaran. Dikenalkan penyebab, proses dan dampak yang terjadi akibat kebakaran tentunya dengan narasi dan cerita yang menarik dan menyenangkan yang diperankan oleh tim petugas pemandu dan narasumber damkar.

“Sesuai RPPH di sekolah dalam tema pekerjaan ini, anak-anak diajak untuk mengenal secara langsung macam-macam alat-alat berat, ringan, mesin, kendaraan, cara-cara dan pekerjaan mulai dari tugas dan fungsinya serta tim reaksi cepat yang digunakan untuk mendukung kelancaran tugas dan pekerjaannya itu,” ujarnya.

Inovasi yang dilakukan TK PKK di Kecamatan Besuk ini mendapatkan apresiasi dan respon positif dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD, PNF Massajo.

“Tentu hal ini sangat positif dalam rangka memberikan stimulasi awal kecerdasan peserta didik dari berbagai aspek. Minimal terdapat tiga dimensi pembelajaran rangsangan kecerdasan peserta didik dengan melihat dan memperagakan secara langsung kecerdasan komunikasi, kecerdasan sosial dan kecerdasan motorik,” katanya.

Menurut Massajo, pembelajaran out door sangatlah penting bagi anak PAUD untuk menghilangkan kejenuhan. Dalam hal ini peran kepala sekolah, pendidik dan orang tua sangat diperlukan dalam menyusun program bersama dalam satu tahun program pembelajaran yang dikemas dengan tema besar Parenting. “Kami berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan oleh lembaga lainnya. Tentunya lebih kreatif dan inovatif,” harapnya. (wan)

cww trust seal