Tuesday, August 11, 2020
Depan > Berita Terkini > Dua PDP Tambahan Masih Dalam Perawatan

Dua PDP Tambahan Masih Dalam Perawatan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo mencatat hingga Senin (6/4/2020) terdapat 2 (dua) orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tambahan di Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, sudah ada 8 orang PDP yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan rincian 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

“Saat ini dua orang PDP tersebut masih dalam perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Keluhan keduanya sama mengalami sesak napas dan karena dari daerah epicentrum kita masukkan dalam PDP,” kata Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, untuk PDP dari Desa Ngepung Kecamatan Sukapura itu sebenarnya bukan asli orang sana. Yang bersangkutan rumah aslinya dari Kabupaten Sidoarjo dan ke Desa Ngepung Kecamatan Sukapura tujuannya untuk mengunjungi neneknya dan sakit.

“Sementara satu PDP asal Desa Sidorejo Kecamatan Kotaanyar ini merupakan pekerja dari Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Dia bekerja disana dan cuti karena sakit akhirnya pulang ke desanya,” jelasnya.

Selain penambahan 2 (dua) orang PDP yang masih dalam perawatan jelas Anang, di Kabupaten Probolinggo terjadi penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun jumlahnya tidak terlalu signifikan. Dari sehari sebelumnya 245 orang menjadi 248 orang. Artinya dalam sehari ada penambahan 3 orang ODP.

“Tetapi yang membahagiakan, jumlah orang yang selesai dipantau mencapai 41 orang. Sementara yang masih dipantau sebanyak 207 orang,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini.

Terkait dengan adanya informasi warga Desa Jambangan Kecamatan Besuk yang meninggal dunia karena ODP Anang memastikan bahwa hal tersebut benar. Menurutnya, yang bersangkutan memang ODP karena baru masuk, tetapi sebenarnya dia sakitnya sudah beberapa hari.

“Dia bekerja di Bali. Saat proses pemeriksaan-pemeriksaan belum selesai ternyata yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Untuk rapid test kebetulan yang bersangkutan masih belum. Karena memang prosedurnya bertahap, ternyata belum sempat swab dan rapid test,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal