Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DPMD Gelar Worskhop Evaluasi Pokjanal Posyandu

DPMD Gelar Worskhop Evaluasi Pokjanal Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop evaluasi pokjanal posyandu di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, 24 orang Ketua TP PKK Kecamatan pada 24 kecamatan, 24 orang Kasi Kesejahteraan Rakyat pada 24 Kecamatan, 33 orang Kepala Puskesmas serta 24 orang Koordinator PLKB se-Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang peran pokjanal posyandu dalam meningkatkan kualitas posyandu, evaluasi posyandu dan taman posyandu, peran Dinas Pendidikan dalam mendukung taman posyandu serta peran PPKB dalam kegiatan BKB di posyandu oleh narasumber dari DPMD Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Probolinggo serta Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono didampingi oleh Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto.

Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengungkapkan secara umum workshop evaluasi pokjanal posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang layanan sosial dasar. “Selain itu menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi serta meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat dalam rangka mencegah stunting,” ungkapnya.

Menurut Edy, posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) sudah menjadi milik masyarakat serta menyatu dalam kehidupan budaya masyarakat. Meskipun terjadi perubahan tatanan kepemerintahan di Indonesia, tetapi posyandu masih tetap ada di tengah-tengah masyarakat.

“Keberadaan posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono mengatakan salah satu program prioritas pembangunan Indonesia sesuai dengan Nawacita ke-5 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan sumber daya manusia adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita dan kesehatan anak usia sekolah.

“Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Untuk itulah, maka kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan anak pada awal kehidupan harus dijaga karena akan menentukan kualitas kesehatan fisik dan mental, kecerdasan dan perilaku seorang manusia di sepanjang hayatnya,” katanya.

Menurut Ny. Sudjilawati, upaya penanggulangan dan pencegahan stunting tentu tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian tetapi perlu dukungan semua pihak yang terkait, termasuk dukungan penuh dari pokjanal posyandu kecamatan dan pokjanal posyandu kabupaten. Tugas dan aktivitas kader posyandu sangat erat dengan upaya penanggulangan dan pencegahan stunting.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, tugas pokok kader posyandu di hari buka posyandu dari meja I sampai meja IV. Yakni, meja I pendaftaran, meja II penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang, meja III pengisian KMS atau buku KIA dan meja IV penyuluhan KIA termasuk tumbuh kembang, penggunaan buku KIA, penyuluhan gizi, pemberian kapsul vitamin A, tablet tambah darah dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan),” jelasnya.

Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk meningkatkan mendukung penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi serta pencegahan dan penurunan stunting.

“Saya menghimbau kepada gerakan PKK di setiap level, untuk lebih memberikan perhatian dan peningkatan fungsi dan peranannya, baik untuk PKK itu sendiri maupun bagi posyandu serta lebih memotivasi masyarakat, sehingga akan tergugah kesadarannya untuk lebih tahu, mau dan mampu melaksanakannya serta terus aktif dalam kegiatan PKK dan posyandu,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal