Friday, November 15, 2019
Depan > Kesehatan > DPMD Gelar Pembinaan Pokja Posyandu Desa dan Pokjanal Posyandu Kecamatan

DPMD Gelar Pembinaan Pokja Posyandu Desa dan Pokjanal Posyandu Kecamatan

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan kelompok kerja (pokja) posyandu desa dan pokjanal posyandu kecamatan di Pendopo Kecamatan Pajarakan, Jum’at (22/3/2019).

Pembinaan ini diikuti oleh TP PKK Kecamatan Pajarakan serta pengurus Lembaga Pembina Posyandu (LPP) dan kader posyandu dari 12 desa se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Tim Pokjanal Posyandu Kabupaten Probolinggo diantaranya DPMD, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dispendik) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko didampingi pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro, Camat Pajarakan Sukarno didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pajarakan, perwakilan Puskesmas Pajarakan, Kasi Kesra Kecamatan Pajarakan, Koordinator PLKB Kecamatan Pajarakan serta Koordinator Himpaudi Kecamatan Pajarakan.

Camat Pajarakan Sukarno mengharapkan agar kegiatan pembinaan pokja posyandu desa dan pokjanal posyandu kecamatan ini bisa memotivasi semangat para kader posyandu untuk meningkatkan kegiatan posyandu di Kecamatan Pajarakan.

“Upaya ini sangat penting dalam rangka memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Karena posyandu merupakan kader paling bawah dalam mengatasi kesehatan ibu dan bayi. Alhamdulillah sejak tahun 2014 lalu, AKI dan AKB di Kecamatan Pajarakan nihil,” katanya bangga.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi Pokjanal Posyandu Kabupaten Probolinggo. Dimana Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk meningkatkan mendukung penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi serta pencegahan dan penurunan stunting.

“Adapun strategi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut diantaranya meningkatkan kualitas Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dengan menjadikan kualitas posyandu 100% strata purnama dan mandiri, mengaktifkan dan meningkatkan kualitas desa siaga 100% dengan strata pratama dan minimal 15% strata purnama-mandiri serta meningkatkan peran pokjanal posyandu di kecamatan dalam melakukan pembinaan monitoring dan evaluasi di wilayah kerjanya,” ungkapnya.

Menurut Ny. Nunung, posyandu sebagai salah satu bentuk UKBM sudah menjadi milik masyarakat serta menyatu dalam kehidupan budaya masyarakat. Meskipun terjadi perubahan tatanan kepemerintahan di Indonesia, tetapi posyandu masih tetap ada di tengah-tengah masyarakat.

“Keberadaan posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Ny. Nunung menegaskan status gizi masyarakat yang perlu diperhatikan sekarang ini adalah masalah stunting. Dimana dapat dicegah mulai dari remaja dan tidak kalah pentingnya pada periode emas dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada masa ini nutrisi yang diterima oleh bayi saat dalam kandungan dan menerima air susu ibu memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa.

“Keberadaan dan peranan posyandu dimanapun tidak bisa terlepas dari fungsi dan peranan Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten. Karena TP PKK pada tingkatan mana pun menduduki posisi yang strategis serta merupakan kader penggerak terselenggaranya kegiatan posyandu secara optimal,” tegasnya.

Oleh karena itu dalam kesempatan tersebut Ny. Nunung menghimbau kepada gerakan PKK di setiap level untuk lebih memberikan perhatian dan peningkatan fungsi dan peranannya baik untuk PKK itu sendiri maupun bagi posyandu serta lebih memotivasi masyarakat. “Dengan demikian akan tergugah kesadarannya untuk lebih tahu, mau dan mampu melaksanakannya serta terus aktif dalam kegiatan PKK dan posyandu,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro meminta kepada seluruh kader posyandu, khususnya para pengurus PKK desa dan kecamatan agar bersama-sama senantiasa meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui posyandu secara maksimal. “Mari kita jalankan program pemerintah ini dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya. (wan)

cww trust seal