Sunday, December 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > DPMD Gelar Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat

DPMD Gelar Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM). Pembinaan ini diberikan bagi KPM dari Kecamatan Dringu, Pajarakan, Gending, Krejengan, Kraksaan, Besuk, Paiton dan Kotaanyar, 4 hingga 12 April 2019.

Masing-masing kecamatan diikuti oleh kepala desa (kades) dan KPM yang ada di desa. Pembinaan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Dringu, Pajarakan, Krejengan, ruang pertemuan DPMD Kabupaten Probolinggo dan Paiton.

Jum’at (12/4/2019) pagi, pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Paiton. Pembinaan ini diikuti oleh kepala desa dan KPM dari Kecamatan Paiton dan Kotaanyar.

Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal Sugeng Romadon mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan fungsi dan menggali potensi KPM yang ada di tiap-tiap desa. Karena idealnya di setiap desa harus ada 5-10 orang KPM. sementara saat ini setiap desa hanya ada seorang KPM saja.

“Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mencari KPM yang berpotensi dalam rangka menyambut rencana Lomba KPM berprestasi Tahun 2019. Dari lomba ini selanjutnya akan dikirimkan ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu saat ini para KPM ini dibina agar memahami profil lembaganya,” katanya.

Sugeng menerangkan KPM Berprestasi adalah KPM yang berkarya nyata dalam melaksanakan tupoksi dan peranannya serta mampu menerapkan pola manajemen pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif di desa/kelurahan.

“KPM Berprestasi ini bertujuan memberikan inspirasi dan motivasi bagi KPM lainnya dalam memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pembangunan partisipatif di desa dan kelurahan,” jelasnya.

Menurut Sugeng, KPM adalah anggota masyarakat desa dan kelurahan yang memiliki pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi dalam pemberdayaan
masyarakat dan pembangunan partisipatif. “KPM ini diperlukan untuk memfasilitasi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian dan pelestarian program/kegiatan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Sugeng menerangkan peran pokok KPM dalam pemberdayaan masyarakat adalah sebagai pelopor, penggerak, pembimbing, perencana, perantara, pelaksana dan pembaharu. “Tugasnya mendorong partisipasi, swadaya dan gotong royong masyarakat dalam pembangunan, memfasilitasi lembaga pemerintahan dan pembangunan di desa/kelurahan serta memfasilitasi pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan melalui proses pendampingan/pendekatan agar tergugah untuk mendayagunakan potensi yang ada secara mandiri,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal