Friday, December 13, 2019
Depan > Pemerintahan > DPMD Gelar Bursa Inovasi Desa Tahun 2019

DPMD Gelar Bursa Inovasi Desa Tahun 2019

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 Cluster Timur (Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Gading, Besuk, Kraksaan, Krejengan, Maron, Tiris dan Krucil) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (10/9/2019).

Pada BID kali ini telah disiapkan 3 (tiga) menu bidang, Yakni, Bidang Sumber Daya Manusia yang menitikberatkan pada pencegahan dan penurunan stunting, menyajikan 2 menu nasional dan 5 menu lokal, Bidang Infrastruktur menyajikan 16 menu nasional dan 1 menu lokal serta Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal, menyajikan 23 menu nasional dan 3 menu lokal.

Kegiatan yang mengambil tema “Datang, Komit, Tiru dan Maju” ini diikuti 450 orang peserta terdiri dari Camat, Kepala Desa dan Ketua BPD dari 10 kecamatan meliputi Tiris, Krucil, Gading, Pakuniran, Kotaanyar, Paiton, Besuk, Kraksaan, Krejengan dan Maron. Serta anggota Tim Inovasi Kabupaten, Pendamping Profesional P3MD dan Tim Pelaksana Inovasi Desa dari 10 Kecamatan.

Bursa Inovasi Desa tahun 2019 ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Konsultan Pendamping Wilayah Jawa Timur Maulana Sholehuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko serta Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda mengungkapkan Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan bagian dari Program Inovasi Desa (PID) sebagai media belajar bagi masyarakat dan Pemerintah Desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat melalui penyajian inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan-kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif dan terbukti berhasil.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penggunaan Dana Desa yang lebih efektif dan inovatif,” ungkapnya.

Menurut Syamsul Huda, BID ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang kebijakan PID, alur kegiatan dan pelaku-pelaku program serta memperkenalkan inisiatif atau kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kualitas pembangunan.

“Selain itu, menjaring inisiatif atau pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang belum terdokumentasi serta menjaring komitmen Pemerintah Desa untuk mengadopsi atau mereplikasi inisiatif atau kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif,” jelasnya.

Sementara Konsultan Pendamping Wilayah Jawa Timur Maulana Sholehuddin menyampaikan bagaimana program ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Inovasi itu adalah mengembangkan penelitian menggunakan kemampuan pengetahuan untuk efektivitas dan peningkatan kesejahteraan. Inovasi yang baru diperlukan untuk peningkatan kesejahteraan desa,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan Dana Desa untuk tahun 2020 dan seterusnya hendaknya mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Tentunya hal ini sesuai dengan instruksi dan visi misi Presiden Republik Indonesia yang sangat konsen terhadap pembangunan desa. Keinginannya bagaimana pembangunan ini merata di seluruh Indonesia dimulai dari seluruh desa di Republik Indonesia,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, penandatanganan bersama antara kepala desa dan Ketua BPD merupakan komitmen awal. Tentunya program apapun tidak akan mungkin mampu berjalan tanpa ada komitmen yang kuat dari kepala desa.

“Setelah berkomitmen, silahkan meniru apa yang sekiranya cocok dikembangkan di desa, tidak kemudian harus sesuai dengan pilihan. Bagaimana daerah dan desa lain mampu mengembangkan usahanya. Kami mengharapkan nantinya mampu membuka wawasan kita bersama bagaimana membangun desa lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menyampaikan Dana Desa yang diturunkan ke desa tidak kemudian kepala desa ini mindsetnya mampu memberikan edukasi masyarakat dan tidak melulu kemudian membangun infrastruktur. Membangun jalan dan memperbaiki jalan memang sebuah kebutuhan tetapi sampai kapan.

“Bangun infrastruktur dan mengecat pagar itu sudah selesai, kita harus kemudian menyisihkan sekian persen untuk memikirkan bagaimana masyarakat di desanya maju melalui Dana Desa,” tegasnya.

Bupati Tantri menyampaikan bahwa ada keinginan dan cita-cita yang linier. Bagaimana nantinya untuk segera menindaklanjuti dan menyusun langkah konkret proses penganggaran tahun 2020. “Saya ingin dan kita ingin bersama-sama menciptakan Desa Kreatif di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kepala Desa dan Ketua BPD diwakili dari Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron, Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan serta Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar. Serta penyerahan cinderamata kepada Bupati Tantri dari Pendamping Desa dan Tim Inovasi Desa.(wan)

cww trust seal