Sunday, December 8, 2019
Depan > Kemasyarakatan > DPMD Berikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Inovasi PSDM PID

DPMD Berikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Inovasi PSDM PID

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan peningkatan kapasitas inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap di 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo.

Setiap desa, kegiatan ini diikuti oleh 40 hingga 60 orang peserta terdiri dari kader-kader desa dan perangkat desa. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber PAPID terkait tata kelola penyelenggaraan rembuk desa dan rembuk stunting yang berdampak pada pengalokasian dana di masing-masing kegiatan yang dimasukkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

Selanjut DMPD terkait pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan oleh masing-masing desa serta regulasi dan kebijakan lembaga kemasyarakatan desa yang fokus kepada penangangan dan pencegahan stunting.

Sekaligus Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Masing-masing OPD memberikan penjelasan terkait tusinya masing-masing. Seperti Dinkes yang memberikan materi terkait penyelenggaraan Bulan Timbang dan prosedurnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Setiadi Agus Prakoso mengatakan kegiatan ini bertujuan agar para kader memberikan pemahaman kepada kepala desa dan perangkat desa terkait dengan pentingnya pengembangan SDM yang berujung kepada pencegahan dan penanggulangan stunting yang dalam pelaksanaannya menjadi kontribusi rapat pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Selain itu memberikan bekal kepada para kader KPM untuk menjadi tenaga yang terampil dalam mengawal program kegiatan pencegahan dan penanggulangan stunting melalui APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ) yang benar-benar direalisasikan oleh desa,” katanya.

Oleh karena itu Agus mengharapkan agar sinergisitas bukan lagi menjadi wacana tetapi sudah pada tataran aplikatif dari semua OPD yang terkait serta meletakkan ego sektoralnya yang tertuang dalam RAPBDes yang bermuara pada kegiatan pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Melalui kegiatan ini mereka sudah menjadi tenaga trampil yang akan senantiasa mengawal pelaksanaan RAPBDes dalam penyusunan rencana Musrenbangdes dan anggaran di tahun berikutnya agar tepat sasaran dan penggunaan terkait dengan penanggulangan dan pencegahan stunting sekaligus gizi buruk,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal