Thursday, November 26, 2020
Depan > Berita Terkini > DPKH Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

DPKH Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif di aula Kantor Kecamatan Lumbang, Jum’at (23/10/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur istri para jagal, pelaku usaha, pemilik kios daging dan ibu PKK dari Kecamatan Tongas, Sukapura dan Lumbang. Serta peternak program kegiatan 1.000 sapi di Kecamatan Lumbang. Sebagai narasumber berasal dari Camat Lumbang, Polres Probolinggo dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Dasar hukum kegiatan adalah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesmavet dan Kesrawan serta Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan peraturan perundang undangan yang berlaku terkait pelarangan pemotongan ternak ruminansia betina produktif khususnya di RPH (Rumah Potong Hewan) agar populasi ternak sapi meningkat dan mendukung swasembada pangan khususnya produk hewan (daging).

Sementara Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengharapkan agar para pemilik kios daging tetap mengambil daging dari RPH karena RPH sudah dicukupi dengan petugas untuk memeriksa kualitas daging yang layak untuk di konsumsi.

“Harapan dengan adanya sosialisasi kegiatan pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif masyarakat secara perlahan akan sadar dan tidak memotong betina produktif. Selain itu, penyembelihan ternak ruminansia betina (sapi) pada saat acara keagamaan sebaiknya dikoordinasikan dahulu dengan petugas apakah masih produktif atau tidak. Bila memaksa tahun depan jangan diulangi kembali memotong ternak betina produktif,” harapnya.

Camat Lumbang Junaedi meminta kepada masyarakat, khususnya dari Kecamatan Lumbang agar dalam melakukan pemotongan ternak senantiasa mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal yang sama disampaikan nrasumber dari Polres Probolinggo yang meminta agar dari kegiatan sosialisasi seperti ini masyarakat juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah.

Sedangkan narasumber dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Nuriah menyampaikan pentingnya mengkonsumsi daging yang berkualitas dari RPH sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. (wan)

cww trust seal