Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DPKH Gelar Pengawasan dan Pendataan Produk Hewan di Pasar Tradisional

DPKH Gelar Pengawasan dan Pendataan Produk Hewan di Pasar Tradisional

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo menggelar pengawasan dan pendataan produk hewan di pasar tradisional Paiton, Kamis (16/7/2020).

Pengawasan dan pendataan produk hewan di pasar tradisional ini dipimpin oleh Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi staf Koordinator Pasar Paiton Abd. Farouk.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pengawasan produk hewan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam usaha untuk menjamin ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) produk hewan (daging sapi, ayam, telur dan susu) yang beredar di pasar tradisional.

“Pendataan produk hewan kali ini bertujuan untuk mengetahui asal diperoleh produk hewan tersebut sekaligus mengetahui harga di pasar tradisional menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah,” katanya.

Dari hasil pengawasan dan pendataan produk hewan di Pasar Paiton diperoleh penjual daging sapi di pasar tradisional Paiton ada 4 (empat) orang/bedak. Sedangkan daging kambing ada 1 (satu) orang/bedak dengan harga daging sapi Rp 100.000 /kilo dan daging kambing berkisar Rp 140.000 /kilo. Daging sapi yang dijual di pasar tradisional Paiton diperoleh pedagang dari Kecamatan Maron.

“Penjual daging ayam potong di pasar tradisional Paiton ada 8 (delapan) orang/bedak dengan harga Rp 34.000 per kilo, harga telur ayam berkisar antara Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilo, telur asin mentah Rp 2.000 per butir dan yang masak Rp 2.300 per butir. Sementara telur angsa Rp 15.000 per butir,” jelasnya.

Menurut Niko, para pedagang tradisional di Pasar Paiton memakai masker saat berjualan katanya untuk mencegah penularan virus Corona. “Di pasar tradisional Paiton juga terdapat 3 (tiga) tempat selep daging, namun sayang tidak bisa ditemui karena jam 08.00 WIB mereka sudah tutup/pulang. Harga produk hewan menjelang Idul Adha biasanya akan naik sekitar 5-20%, hal ini sudah biasa terjadi saat/menjelang hari raya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal