Friday, November 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > DPKH Berikan Bimtek Pengolahan Hijauan Pakan Ternak

DPKH Berikan Bimtek Pengolahan Hijauan Pakan Ternak

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan hijauan pakan ternak untuk mengantisipasi pemenuhan pakan di musim kemarau di Kelompok Tani Genting Makmur dan Kunci Tani 2 Desa Negororejo Kecamatan Lumbang.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta dari anggota kelompok tani yang merupakan komoditi sapi perah di Desa Negororejo Kecamatan Lumbang. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi peluang usaha budidaya rumput gajah dan teknik pengolahan dan penyimpanan hijauan makanan ternak untuk menghadapi musim kemarau oleh Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Bina Usaha DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Amir Syarifudin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan ketrampilan peternak tentang pengolahan hijauan pakan ternak dalam rangka mengantisipasi kekurangan stok pakan di musim kemarau.

“Harapannya agar peternak tidak akan mengalami kekurangan hijauan untuk pakan ternak di musim kemarau, bahkan dengan budidaya rumput gajah akan memberikan nilai tambah penghasilan bagi peternak,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Bina Usaha DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Amir Syarifudin mengungkapkan rumput gajah yang dirawat dengan baik dapat menghasilkan rata-rata 250 ton/ha/tahun. Jika dijual dengan harga Rp 500 per kg, maka setara dengan Rp 125 juta dan jika dipotong biaya pengolahan pupuk dan bibit bisa bersih antara Rp 95-100jt per tahun.

“Rumput gajah dapat dipanen setiap 40-50 hari. Untuk penyimpanan sebagai stok di musim kemarau dengan cara diolah menjadi silase (fermentasi) dan hay (dikeringkan) dapat disimpan sampai dengan 1 tahun,” ungkapnya.

Sementara itu jelas Amir, peternak di Kabupaten Probolinggo rata-rata masih belum serius dalam menanam rumput sehingga kebingungan pada saat musim kemarau. Peternak masih mengandalkan limbah pertanian padi dan jagung yang hanya berproduksi sekali dalam musim hujan

“Ke depan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo akan terus mengkampanyekan gerakan tanam hijauan pakan ternak untuk ketahanan pakan di musim kemarau. Ketahanan pakan terwujud, populasi dan produksi ternak meningkat, ketahanan pangan semakin kuat serta peternak Kabupaten Probolinggo sejahtera,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal