Sunday, December 15, 2019
Depan > Pemerintahan > DLH Gelar Monev Kinerja Tim Pembina Kampung Iklim

DLH Gelar Monev Kinerja Tim Pembina Kampung Iklim

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja tim pembina Program Kampung Iklim (Proklim) di Pondok Juice Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan, Kamis (20/6/2019) siang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari Camat dan Kepala Desa setempat, Tim Pembina Proklim dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 14 orang dari Coorporate Sosial Responsibility (CSR).

Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo diatur dalam Surat Keputusan Bupati Probolinggo Nomor : 660/175/426.32/2019 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Penunjang Paklim (Program Advis Kebijakan Untuk Lingkungan dan Perubahan Iklim) di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tim pembina kepada tugas-tugasnya yang tertuang dalam SK Bupati Probolinggo. Dimana Proklim di Kabupaten Probolinggo ini akan mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional. Untuk selanjutnya akan dinilai oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI,” kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari.

Rencananya jadwal verifikasi oleh KLHK akan dilaksanakan di Desa Binor Kecamatan Paiton, Desa Watupanjang dan Bermi Kecamatan Krucil serta Desa Krejengan Kecamatan Krejengan pada 10 hingga 13 Juli 2019. Dimana kelas kampong iklim ini terbagi atas, pratama nilai 50%, madya nilai 51-80%, utama nilai 81>90% dan lestari sesudah utama diusulkan dengan syarat bisa membina 10 desa.

“Dari hasil verifikasi awal, Desa Binor Kecamatan Paiton mendapatkan nilai 93,78% (sertifikat kategori utama dan tropy), Desa Watupanjang Kecamatan Krucil mendapatkan nilai 93,33% (sertifikat kategori utama dan tropy), Desa Bermi Kecamatan Krucil mendapatkan nilai 89,84% (sertifikat kategori utama) dan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan mendapatkan nilai 87,07% (sertifikat kategori utama),” jelasnya.

Sementara Kasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim DLH Kabupaten Probolinggo Sutopo mengatakan monev kinerja tim pembina Proklim ini dilakukan sebagai persiapan menganalisis kekurangan-kekurangan yang ada di lapangan untuk dicocokan dengan apa yang sudah dimasukkan dalam quesioner melalui SRN (Sistem Registrasi Nasional). Baik yang harus dibenahi maupun dipenuhi oleh masing-masing desa.

“Hasil verifikasi dari KLHK RI berupa rekomendasi hal-hal yang perlu dibenahi di Desa Watupanjang Kecamatan Paiton dan Desa Binor Kecamatan Krucil serta hal-hal yang perlu dipenuhi di Desa Krejengan Kecamatan Krejengan dan Desa Bermi Kecamatan Krucil,” katanya.

Menurut Sutopo, pihaknya telah mengirimkan Surat Bupati Probolinggo Nomor : 660/015/426.111/2019 perihal mohon bantuan dan partisipasi kepada para CSR perusahaan di Kabupaten Probolinggo. Hanya saja hingga kini baru ada beberapa CSR yang sudah menindaklanjuti surat tersebut.

“Dari PT POMI berupa drum komposter 15 buah dan tong sampah dari plastik 50 buah, dari PT Gudang Garam berupa rak KRPL dari besi 20 buah serta PT HM Sampoerna berupa bibit tanaman buah sebanyak 500 batang. Saat ini kami akan mengirimkan lagi surat tersebut kepada CSR perusahaan yang belum memberikan respon sama sekali,” tegasnya.

Sebagai persiapan verifikasi oleh tim dari KLHK RI, maka tim Pembina Proklim akan melakukan kunjungan lapang pada tanggal 26 dan 27 Juni 2019 di Desa Bermi dan Watupanjang Kecamatan Krucil, tanggal 27 Juni 2019 di Desa Binor Kecamatan Paiton serta tanggal 28 Juni 2019 di Desa Krejengan Kecamatan Krejengan. Kunjungan lapang ini akan melibatkan semua OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Melalui upaya ini kami berharap keempat desa tersebut bisa meraih hasil sesuai dengan target yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga mereka bisa mendapatkan sertifikat dan tropy,” harapnya. (wan)

cww trust seal