Tuesday, August 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DLH Bina Bank Sampah Gili Ketapang

DLH Bina Bank Sampah Gili Ketapang

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penanganan sampah yang ramah lingkungan dan untuk mendorong terbentuknya bank sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan bank sampah melalui kegiatan Gema Sajadah (Gerakan Masyarakat Olah Sampah Jadi Berkah) di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari calon ketua dan pengurus bank sampah desa. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori, plastik, lingkungan dan ecobrick oleh Nina Ari Wahyuni dari PT. POMI-Paiton Energy serta proses pembentukan bank sampah oleh Ketua Bank Sampah Sumberkembar Kecamatan Pakuniran Abdul Hayyi.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya bank sampah dapat menimbulkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Dampak sosial berupa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah, perilaku memilah sampah dan bertambahnya pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah. Dampak ekonomi berupa tambahan penghasilan yang diterima oleh masyarakat nasabah bank sampah. Sedangkan dampak terhadap lingkungan berupa berkurangnya sampah rumah tangga yang dibuang ke TPS dan TPA, sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih bersih serta dapat memperpanjang umur pemakaian TPA,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengungkapkan pembinaan terhadap bank sampah ini bertujuan untuk memotivasi pengurus bank sampah dalam upaya pengelolaan sampah dan manajemen bank sampah sehingga berbentuk bank sampah yang mandiri. “Selain itu, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan hidup sehingga tercipta lingkungan bersih, rapi dan sehat,” ungkapnya.

Menurut Zaenal, pembinaan ini merupakan salah satu upaya menanamkan pemahaman pada masyarakat dengan memaksimalkan pemanfaatan barang bekas dan mengurangi jumlah barang bekas yang dibuang. Disamping meminimalisir jumlah timbunan sampah yang akan masuk pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Melalui pembinaan ini nantinya diharapkan dapat menekan sampah agar bisa dimanfaatkan, memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat sehingga tidak terbawa ke laut serta mampu memanfaatkan sampah agar bisa bernilai ekonomis dengan cara memilah sampah yang dapat didaur ulang,” harapnya. (wan)

cww trust seal