Tuesday, September 29, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DLH Berikan Pembinaan Perlindungan dan Pelestarian Mata Air

DLH Berikan Pembinaan Perlindungan dan Pelestarian Mata Air

Reporter : Syamsul Akbar
TIRIS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/4/2019) memberikan pembinaan perlindungan dan pelestarian mata air di Pendopo Kecamatan Tiris..

Pembinaan perlindungan dan pelestarian mata air ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari Kepala Desa, tokoh masyarakat, anggota Poktan/LMDH/kader lingkungan di wilayah KecamatanTiris. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang Strategi Pengelolaan Sumber Mata Air.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Penanggulangan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Hidup Ani Ardi Nariswari mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga, memelihara, memulihkan dan melindungi mata air serta kawasan sekitar mata air dan daerah resapan mata air agar terjaga kuantitas, kualitas dan kontinyuitasnya sehingga pemanfaatannya berkelanjutan.

“Selain itu, memberikan edukasi kepada masvarakat untuk ikut menjaga kelestarian mata air dengan melakukan hal-hal sederhana. Misalnya dengan menanam dan memelihara pohon di sekitar mata air, tidak membuang sampah di saluran air, hemat penggunaan air dan sebagainya,” katanya.

Menurut Ani, kegiatan perlindungan dan pelestarian mata air merupakan salah satu kegiatan adaptasi untuk mengantisipasi perubahan iklim yang menyebabkan banyak terjadi banjir dan kekeringan akibat musim yang tidak bisa diprediksi.

“Kegiatan-kegiatan perlindungan mata air terutama ditujukan sebagai usaha meningkatkan cadangan sumberdaya air melalui rehabilitasi dan perlindungan Daerah Tangkapan Air (DTA) atau catchment area di sekitar mata air serta pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi mata air,” jelasnya.

Ani menerangkan banyak hal sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari untuk menjaga ketersediaan sumber air, misalnya mematikan kran saat menggosok gigi, memilih mandi menggunakan shower dibandingkan gayung atau memastikan menutup kran air dengan rapat serta tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai.

“Selain hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, kita juga bisa melakukan aksi nyata untuk memastikan sumber air tetap terjaga. Salah satu aksi nyata tersebut adalah dengan melakukan penghijauan/penanaman pohon di daerah tangkapan air,” terangnya.

Keberadaan pohon di kawasan sumber mata air sangat penting karena berfungsi sebagai penyerap air dan penyanggah tanah. Dengan demikian, perlindungan sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Menjaga kelestarian air berarti menjaga kehidupan kita. Jangan sampai krisis mata air mendatangkan air mata bagi kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Ani mengharapkan tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan mata air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih yang semakin meningkat. “Serta menumbuhkan kepedulian masyarakat yang berada di sekitar mata air untuk ikut menjaga kelestarian mata air,” harapnya. (wan)

cww trust seal