Saturday, May 25, 2019
Depan > Kesehatan > DKPP Kendalikan Serangan Penyakit Ker-ker

DKPP Kendalikan Serangan Penyakit Ker-ker

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Selasa (31/7/2018) melakukan pengendalian serangan penyakit ker-ker atau keriting yang disebabkan oleh vektor kutu kebul atau kutu putih di Desa Opo-opo Kecamatan Krejengan.

Selain dari DKPP Kabupaten Probolinggo, pengendalian penyakit ker-ker ini juga melibatkan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Kraksaan, petugas dari BPP Kecamatan Krejengan serta para petani tembakau yang ada di Desa Opo-opo Kecamatan Krejengan.

Dari pantauan di lapangan, beberapa tanaman tembakau ini memang terlihat ker-ker atau keriting karena diserang oleh vektor kutu kebul yang menempel pada daun. Namun sebagian yang lain sudah ada yang bisa diatasi karena upaya pengendalian yang dilakukan oleh petani secara mandiri.

“Setelah melihat langsung di lapangan, ternyata vektor yang menyebabkan penyakit ker-ker adalah kutu kebul atau kutu putih. Dalam bahasa latinnya disebut Bemicia Tabacci,” kata THL TB-PP DKPP Kabupaten Probolinggo Iwan Prasetyo.

Menurut Iwan, jika kutu kebul ini tidak membawa virus TLCV (Tobacco Leaf Cwil Virus), maka tanaman tembakau akan sembuh. Tetapi kalau tidak segera dihilangkan, maka khawatir nanti akan membawa virus.

“Kutu kebul yang membawa virus TLCV, maka tanaman tidak bisa disembuhkan. Karena vektor kutu kebul maupun Thrips Scirtothrips Dorsalis sistem penularannya sangat cepat. Dalam jangka waktu 30 menit sudah bisa menular,” jelasnya.

Iwan menerangkan bahwa ada 2 (dua) jenis pengendalian yang dapat dilakukan oleh petani. Bagi tanaman yang tidak terserang atau belum terserang, maka formulasi pengendaliannya dilakukan dengan bahan sabun cap kodok, obat nyamuk lotion merk Autan, Dursban dan Metindo/Lanate.

“Caranya, sabun cap kodok tadi dipotong kecil-kecil dan masukkan ke dalam botol air mineral 500 mil. Kemudian campur dengan air dan kocok sampai merata. Kemudian dibagi 5 untuk satu tangki. Selanjutnya larutkan dengan air 2 sachet Autan dan kocok hingga merata. Campurkan 1 tutup botol Dursban dan 1 sendok makan metindo. Masukkan semua bahan ke dalam tangki ukuran 14 liter. Lalu semprotkan per tanaman secara merata hingga menetes ke tanah. Harapannya saat disiram bisa terserap akar dan ketika dihisap kutu kebul bisa mati,” terangnya.

Tetapi bagi tananam tembakau yang sudah terserang terang Iwan, bahan yang harus disiapkan sama dengan yang belum terserang. Hanya saja formulasi tersebut ditambah dengan tablet Gibberellic Avid.

“Untuk caranya sama dengan pengendalian tanaman tembakau yang belum terserang. Disini formulasi yang sudah jadi ditambahi dengan tablet Gibberellic Avid. Caranya tablet ini dimasukkan sebelum tangki ditutup. Karena yang digunakan adalah gasnya saja. 1 tablet bisa dibagi menjadi 4 (empat) tangki. Teknik penyemprotannya sama seperti langkah yang pertama,” tegasnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan dalam rangka pengendalian penyakit ker-ker atau keriting pada tanaman tembakau ini, pihaknya mengaku sudah jauh melangkah dalam hal penggelontoran pestisida serta memberikan sosialisasi cara bertani tembakau yang baik atau GAP (Good Agricultural Practices) mulai dari pengkrudungan calon benih sampai pada pasca panen.

“Selain itu, kami juga sudah melakukan kegiatan multi lokasi tembakau dan penangkaran benih tembakau. Disamping Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Tanaman Tembakau,” ujarnya.

Namun kenyataan di lapangan terang Hasyim, masih ada gangguan baik cuaca maupun penyakit yang tidak disenangi oleh petani karena merusak tanaman tembakaunya. Salah satunya yang menjadi gangguan adalah penyakit ker-ker atau penyakit keriting.

“Dengan adanya keresahan tersebut, kami mencoba menindaklanjutinya untuk mengetahui kondisi dan solusi terbaik. Karena vektor kutu kebul ini menempel dan menyerang daun. Selanjutnya vektor ini akan menghisap dan menyerap batang tanamannya. Kalau dibiarkan lama kelamaan akan mendatangkan virus TLCV,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PC LPPNU Kota Kraksaan Yahyadi. Dengan adanya keresahan di masyarakat terkait penyakit ker-ker ini, maka solusinya melakukan ketetapan dan pemantapan sebagai upaya mengaplikasikan formula dan cara aplikasi yang benar dalam rangka mencegah dan pengendalian hama ker-ker ini.

“Karena hal ini akan menentukan dalam keberhasilan pencegahan penyakit ker-ker. Bahkan sudah disebutkan Likulli Da’in Dawa’un. Dimana artinya setiap penyakit pasti ada obatnya. Oleh karena itu harus tetap optimis bisa fokus dalam melakukan pengendalian,” katanya. (wan)