Thursday, August 6, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DKPP Berikan Pembinaan dan Sosialisasi Analisa Tanah

DKPP Berikan Pembinaan dan Sosialisasi Analisa Tanah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya peningkatan pengelolaan lahan dan air, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan dan sosialisasi analisa tanah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (27/11/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 186 orang dengan rincian petugas dinas 12 orang, petugas lapang 54 orang dan kelompok tani 120 orang. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber DKPP Kabupaten Probolinggo, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Probolinggo serta BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Malang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengungkapkan dalam rangka mendukung dan mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan, perlu adanya ketersediaan data dan informasi sumber daya lahan yang baik dan akurat.

“Hal ini sebagai pengembangan pertanian sehingga memberi nilai kontribusi untuk pembangunan pertanian dan pencapain swasembada pangan dengan mengoptimalkan lahan yang ada sesuai dengan daya dukung lahan yang ada di Kabupaten Probolinggo yang tersebar di 10 kecamatan meliputi Kecamatan Krucil, Paiton, Gading, Besuk, Krejengan, Pajarakan, Banyuanyar, Dringu, Wonomerto dan Sukapura,” ungkapnya.

Menurut Bambang, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan pada petugas dinas, petugas lapang dan kelompok tani berdasarkan optimalkan lahan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu menginformasikan tentang basis data secara spasial hasil analisa yang dapat dipergunakan baik di tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan melalui BPP serta meningkatkan kesejahteraan petani, berdasarkan potensi wilayah,” jelasnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan pertemuan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang optimalisasi lahan dan pemanfatan lahan yang ada dimasing-masing kecamatan, melalui hasil analisa pengelolaan sumber daya lahan pertanian di 10 kecamatan.

“Hasil analisa lahan dapat dipergunakan dalam perbaikan dan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian sebagai dasar pembangunan pertanian guna mendukung peningkatan komoditas pertanian strategis,” katanya.

Nanang menerangkan kegiatan analisa tanah melalui optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian ini bertujuan melakukan identifikasi dan karakteristik sumberdaya lahan, melakukan evaluasi lahan beberapa komoditas unggulan, menyusun wilayah komoditas pertanian serta menyusun rekomendasi pengelolaan lahan sawah dalam hal pemupukan dan teknik budidaya.

“Secara umum pengelolaan sumber daya lahan salah satu faktor penentu produksi dan produktifitas terhadap komoditi pertanian. Fakta di lapangan bahwa produksi maupun produktifitas masih bisa ditingkatkan. Dengan demikian berarti kondisi sekarang ada apa dengan tanah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Berarti ada sesuatu yang perlu dicermati, sehingga kami merasa perlu mengadakan kegiatan analisa tanah,” jelasnya.

Lebih jauh Nanang menerangkan setelah dianalisa, diinventaris dan direkom akan ketemu nanti sumber daya lahan kelebihan dan kekurangannya apa saja. Nanti tindak lanjutnya akan membentuk komoditas apa yang bisa optimal di masing-masing lahan di Kabupaten Probolinggo.

“Nanti ini merupakan database milik kita sehingga database ini bisa digunakan untuk mengambil kebijakan terhadap budidaya pertanian yang ada di Kabupaten Probolinggo. Ke depannya output yang sudah kita peroleh, kalau tingkat dinas kita mengharapkan terjadi peningkatan produksi dan produktifitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Nanang, keluaran yang akan dicapai dalam analisa tanah ini nantinya akan diperoleh data dan informasi sumberdaya lahan pertanian, peta kesesuaian lahan, peta perwilayah komoditas, peta baku lahan sawah tervalidasi serta peta rekomendasi pengelolaan lahan sawah.

“Dengan adanya analisa tanah melalui optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian tahun 2019 diharapkan hasil yang ada dapat dipergunakan sebagai basis data di tingkat kabupaten dan kecamatan melalui BPP, sebagai informasi tentang kesesuaian lahan, status hara dan pola tanam serta dapat dipergunakan sebagai rekomendasi pada kelompok tani untuk pengoptimalisasi lahan sesuai dengan kesesuaian lahan,” tambahnya.

Nanang mengharapkan dengan kegiatan ini BPTP dapat melakukan pelatihan pemanfaatan dan penggunaan peta spasial yang telah dikeluarkan kepada petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta petugas lapang administrasi di BPP. “Selain itu, petugas dinas, petugas lapang dan kelompok tani dapat saling bersinergi untuk melakukan peningkatan produksi pertanian dan perbaikan lahan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal