Tuesday, March 19, 2019
Depan > Pemerintahan > Dispersip Berikan Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Dispersip Berikan Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan perpustakaan sekolah, Rabu dan Kamis (1-2/8/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh pengelola perpustakaan sekolah dari 17 lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Terdiri dari 5 SD/MI, 9 SMP/MTs dan 3 SMA/MA. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang membangun perpustakaan sekolah, layanan perpustakaan sekolah, pengolahan bahan pustaka dan otomasi perpustakaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Budi Purwanto mengatakan bahwa Dispersip merupakan lembaga teknis yang memiliki tugas membina semua jenis perpustakaan di Kabupaten Probolinggo. Semua itu dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, katanya.

Menurut Budi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) pengelola perpustakaan sekolah. Serta sebagai implementasi dari Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

“Di dalam Undang-undang Tentang Perpustakaan tersebut menyebutkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang telah mendapatkan ilmu perpustakaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan,” jelasnya.

Budi menerangkan dari kegiatan ini paling tidak ada sekitar 20 persen peserta yang paham terhadap materi yang diberikan. Sebagai tindaklanjut dari kegiatan ini, maka pihaknya akan membuat program kerja perpustakaan. Disamping bisa meningkatkan pengelolaan perpustakaan nantinya juga akan dilakukan pendampingan. Hal ini dilakukan agar pemahaman dari para pengelola perpustakaan sekolah ini bisa lebih sempurna.

“Nantinya kami akan turun ke lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengikuti bimtek pengelolaan perpustakaan sekolah ini. Dari situ kami bisa melihat sejauh mana mereka mengelola perpustakaan dan sejauh mana memajukan perpustakaannya, ” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini Budi mengharapkan ke depan muncul perpustakaan sekolah yang tidak sekedar bisa mengelola perpustakaan tetapi bisa mengembangkan perpustakaan melalui program kerja yang sudah dibuat sebelumnya. (wan)