Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Usaha Rokok

Disperindag Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Usaha Rokok

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) usaha rokok di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (26/8/2019).

Kegiatan yang didanai dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini merupakan kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada usaha industria hasil tembakau skala kecil.

Bimtek peningkatan kapasitas SDM usaha rokok ini diikuti oleh 30 orang IKM rokok yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (PSMB) dan Lembaga Tembakau Jember.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengungkapkan bimtek peningkatan kapasitas SDM usaha rokok ini dilakukan karena pihaknya melihat perusahaan rokok di Kabupaten Probolinggo sudah mulai lesu.

“Kami berusaha memberikan motivasi bagaimana agar perusahaan rokok ini tetap stabil. Selain itu perusahaan rokok mampu meningkatkan kualitas rokok yang dihasilkannya,” katanya.

Menurut Sri, pihaknya juga memberikan pengetahuan agar perusahaan rokok bisa mengembangkan, menganalisa dan memodifikasi kemasan rokok agar lebih menarik. “Paling tidak nantinya perusahaan rokok ini bisa memperbaiki kualitas produksinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut para pelaku perusahaan rokok ini mengeluhkan pita cukai antara SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin) yang sama harganya. Harusnya pita cukai SKT bisa lebih murah karena masih menggunakan tenaga manual yang biayanya lebih besar dari pada SKM.

“Kami berupaya menampung apa yang menjadi keluhan dari para pelaku perusahaan rokok ini. Kami himbau agar menyampaikan keluhan tersebut dalam sebuah surat. Nantinya surat tersebut kami teruskan ke pihak berwenang di tingkat Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Sri juga meminta para pelaku IKM rokok ini agar memperbaiki kualitas rokoknya dan tidak hanya menggeluti usaha rokok saja. Mereka bisa mengembangkan usaha lain dengan tetap menggunakan bahan baku tembakau, seperti memanfaatkan sisa-sisa potongan tembakau yang sudah tidak terpakai untuk dibuat semacam briket.

“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan para IKM rokok ini bisa tetap eksis dengan tetap memperhatikan kualitas dan mencari usaha lain selain rokok dengan bahan baku tembakau,” harapnya. (wan)