Tuesday, October 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Gelar Bimtek Penguatan Kelembagaan Pemanfaatan Energi Terbarukan

Disperindag Gelar Bimtek Penguatan Kelembagaan Pemanfaatan Energi Terbarukan

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) penguatan kelembagaan pemanfaatan energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Hotel & Waterpark Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (1/4/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari unsur BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), perangkat desa dan masyarakat dari Desa Kalianan Kecamatan Krucil. Sebagai narasumber hadir dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten Probolinggo dan Tenaga Ahli PLTMH Lumajang.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengatakan Desa Kalianan Kecamatan Krucil sengaja dipilih karena potensi sumber daya air yang sangat besar berupa air terjun. Nantinya sumber air terjun ini bisa dimanfaatkan untuk program PLTMH untuk memenuhi kebutuhan listrik dan menumbuhkan sektor IKM masyarakat.

“Arahnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terlebih di Kecamatan Krucil masuk dalam kategori daerah tertinggal karena salah satu indikatornya adalah pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat. Tetapi bukan berarti listrik belum masuk, tetapi hanya sebagian dusun saja yang belum teraliri listrik,” katanya.

Menurut Sri Edi, selama ini di Desa Kalianan Kecamatan Krucil memang sudah ada program PLTMH yang didanai dari APBD Provinsi Jawa Timur. Hanya saja kondisinya saat ini tidak terawat karena kurangnya perawatan. “Kami ingin menghidupkan kembali keberadaaan PLTMH tersebut agar bisa dimanfaatkan melalui BUMDes yang didanai DD (Dana Desa),” jelasnya.

Sri Edi menerangkan, jika listrik sudah mengalir dengan baik maka sektor IKM bisa berproduksi sepanjang hari tidak tergantung hanya pada pagi hari saja. Hal ini penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan energi sumber daya air terbarukan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing unsur agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dengan demikian, potensi sumber air tersebut bisa dimaksimalkan untuk program PLTMH. Jika listriknya sudah berjalan, maka nantinya bisa dijual kepada PLN. Selanjutnya PLN bisa menjualnya lagi kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Sri Edi mengharapkan masyarakat memahami dan bisa memanfaatkan potensi daerahnya untuk meningkatkan lagi perekonomian daerah. Karena jika potensi itu dikelola dengan baik, maka sektor IKM juga akan terdongkrak. Dengan demikian bisa merekrut tenaga kerja. Karena BUMDes butuh tenaga kerja untuk merawat dan memperbaiki timbulnya lapangan pekerjaan.

“Jika sumber daya listriknya sudah terpenuhi dengan baik, maka akan muncul IKM-IKM baru yang mau berusaha dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan memberantas angka kemiskinan. Dengan listrik sudah menyala, maka bisa digunakan untuk usaha-usaha baru dengan memanfaatkan potensi daerah yang sudah tersedia,” pungkasnya. (wan)