Wednesday, August 12, 2020
Depan > Pendidikan > Dispendik-PGRI Gelar Sosialisasi dan Pembinaan PTK

Dispendik-PGRI Gelar Sosialisasi dan Pembinaan PTK

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi dan pembinaan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) di aula KPRI Jaya Sehat Kecamatan Krejengan, Senin (18/11/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan orang peserta terdiri dari pengurus PGRI Kabupaten Probolinggo dan anak-anak lembaga seperti YPLP (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan), IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum), DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia), APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis) serta perwakilan PC masing-masing 6 (enam) orang dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi dan pembinaan PTK ini dihadiri oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo bersama seluruh pengurus harian PGRI Kabupaten Probolinggo.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo mengungkapkan kegiatan ini digelar dalam rangka sosialisasi di organisasi PGRI tentang Kongres PGRI, Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI serta pembinaan PTK. Sebab lewat jalur PGRI, segala informasi ini bisa sampai ke bawah ke anggota PGRI, khususnya Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Salah satunya terkait dengan disiplin pegawai dan informasi kedinasan. Karena ada rasa takut dan sebagainya masalah fingerprint. Ini kan amanat aturan perundang-undangan sebagai seorang PNS dan guru harus taat terhadap aturan yang berlaku. Semua ini dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja,” ungkapnya.

Sosialisasi dan pembinaan PTK ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyampaikan hal-hal yang berkembang di luar melalui sumber informasi yang resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo agar lebih menguatkan informasi yang sudah ada di tubuh PGRI.

“Harapannya teman-teman bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelan-pelan tetapi hal-hal yang perlu dikomunikasikan akan segera disampaikan kepada Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Terutama yang berkaitan dengan hari Jum’at yang harus bergeser ke Sabtu karena berkaitan dengan ibadah. “Misalnya karena jauhnya lembaga dengan tempat ibadah, maka konversinya nanti di Sabtu lebih panjang. Sekarang masih meminta persetujuan dari teman-teman dan akan kirim surat ke Ibu Bupati untuk meminta pertimbangan itu perubahan jam untuk guru,” jelasnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina memberikan penguatan kepada guru melalui PGRI akan pentingnya disiplin ASN (Aparatur Sipil Negara), salah satunya melalui presensi biometrik.

“Kalau tahun-tahun yang lalu di guru belum diberlakukan TPP itu berdasarkan presensi biometrik, tetapi masih memakai tanda tangan manual. Baru mulai September ini kita berlakukan,” katanya.

Dewi menjelaskan ada kendala disini sana merupakan hal yang wajar dalam memulai sesuatu yang baru. Pasti ada ketidaknyamanan dan protes. “Insya Allah pelan-pelan melalui sosialisasi seperti ini para Bapak dan Ibu guru memahami bahwa tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan disiplin. Kemarin-kemarin yang terlambat masuk kerja tidak perlu dikontrol kepala sekolah tetapi berdasarkan sistem,” jelasnya.

Menurut Dewi, sekolah di Kabupaten Probolinggo sekarang sudah mulai menggunakan presensi biometrik untuk TPP. Setelah ini juga untuk sertifikasi akan diberlakukan yang sama mulai triwulan IV.

“Harapannya tentunya disiplin semakin meningkat karena TPP itu bukan hak tetapi penghargaan berdasarkan kinerjanya. Karena diberi penghargaan terhadap kinerjanya, semoga kinerjanya meningkat. Yang bolos-bolos menjadi tidak bolos lagi. Karena hal ini sebagai hak dari murid, sebab murid berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal