Sunday, October 25, 2020
Depan > Pendidikan > Dispendik Gelar Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Digital Bagi Guru SMP

Dispendik Gelar Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Digital Bagi Guru SMP

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop pengembangan media pembelajaran digital bagi guru mata pelajaran (mapel) dalam rangka diseminasi bimbingan teknis (bimtek) pengembangan media pembelajaran digital yang diselenggarakan oleh LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Jawa Timur.

Kegiatan yang dihadiri narasumber guru inti yang telah mengikuti Bimtek Pengembangan Media Pembelajaran Digital oleh LPMP dan Pengawas SMP ini dilaksanakan secara In-On-In. In-1 dilaksanakan di Dispendik Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9/2020) hingga Sabtu (3/10/2020) dan In-2 dilaksanakan di aula SKB Kraksaan, Senin hingga Sabtu (5-10/10/2020).

Workshop pengembangan media pembelajaran digital bagi guru mata pelajaran ini diikuti oleh 110 orang guru perwakilan 11 mata pelajaran jenjang SMP se-Kabupaten Probolinggo baik lembaga SMP negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo. Meliputi mapel IPA, Bahasa Inggris, PAI, Seni Budaya, Bahasa Daerah, Prakarya, PJOK, Bahasa Indonesia, PKn, IPS dan Matematika. Setiap hari diikuti 20 orang guru dari 2 mapel.

Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo Fitri Nur Shanti mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMP di Kabupaten Probolinggo terutama kompetensi pedagogik dan kompetensi professional. “Selain itu meningkatkan kemampuan guru SMP di Kabupaten Probolinggo dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Sunalis mengatakan memasuki tahun ajaran baru di era nama baru pendidikan, tantangan guru tidak menjadi lebih ringan. Sebaliknya, pasca belajar dan rumah (BDR) selama pandemi guru kian dituntut memiliki kompetensi lebih dari masa normal.

“Tantangan utama pada era new normal ini adalah tentunya pemaksimalan fungsi teknologi. Pembelajaran daring tidak semudah yang dibayangkan. Konsistensi guru untuk terus menggali pengetahuan adalah kuncinya,” katanya.

Menurut Sunalis, online learning bukan diukur dari seberapa banyak teknologi digunakan, tapi efektifitas penggunaannya. “Ada banyak aspek online learning yang harus diperhatikan
seperti perencanaan pembelajaran skill presentasi, verbal maupun nonverbal, metode ketika memberikan pertanyaan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sunalis menegaskan guru harus mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran maupun pengembangan diri. Komponen guru merupakan salah satu masukan instrumental yang menduduki posisi strategis, terutama tugas guru dalam pengelolaan proses pembelajaran yang bertujuan mengantarkan peserta didik menuju kepada terwujudnya tujuan pendidikan nasional. “Penggunaan TIK menjadi sebuah cara yang efektif dan efisien dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.

Sunalis menambahkan banyak kegiatan dalam embelajaran yang bisa dilakukan guru dengan bantuan TIK, diantaranya adalah pengembangan sumber belajar, pembuatan rencana pembelajaran, penyampaian bahan ajar, evaluasi pembelajaran hingga pengembangan kompetensi guru.

“Pengintegrasian TIK dalam pembelajaran bukan untuk menggantikan peran guru dalam suatu proses pembelajaran, tetapi sebagai alat yang membantu tercapainya tujuan pembelajaran,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal