Tuesday, August 4, 2020
Depan > Informasi Layak Anak > Dispendik Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Belajar Dari Rumah

Dispendik Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Belajar Dari Rumah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop pengembangan kurikulum belajar dari rumah, Rabu hingga Selasa (22-28/7/2020) di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan.

Workshop ini diikuti 100 orang dari pengurus Himpaudi dan IGTKI kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Mereka dibagi dalam 4 (empat) angkatan yang masing-masing diikuti oleh 25 orang peserta selama 2 (dua) hari.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan Dispendik (panduan pembelajaran era pandemi) dari Dispendik Kabupaten Probolinggo, kesiapan pendidik menghadapi pembelajaran era pandemi (pemanfaatan bahan ajar sekitar rumah) dan membangun komunikasi lembaga, guru dan orang tua dari SKB Kraksaan serta RPP selama BDR, praktek penyusunan RPP, penilaian BDR dan praktek penilaian BDR oleh Himpaudi Kabupaten Probolinggo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUD, PNF Yuliagus mengatakan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19 bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19.

“Selain itu melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua,” katanya.

Menurut Yuliagus, keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR.

“Kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. BDR ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan,” terangnya.

Yuliagus menambahkan situasi pandemi COVID-19 masih belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, namun demikian satuan pendidikan tidak boleh berhenti melayani hak anak untuk dapat terus mendapatkan pembelajaran yang berkualitas.

“Pada intinya Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo memberikan pelayanan kepada peserta didik dengan memberikan pelatihan kepada para guru-gurunya. Nantinya mereka diharapkan untuk menyampaikan kepada guru lain di wilayahnya agar tidak terkesan bahwa satuan pendidikan tidak memberikan pembelajaran kepada anak didiknya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal