Friday, September 20, 2019
Depan > Pendidikan > Dispendik Gelar Diklat Pembekalan Pendidikan Profesi Guru

Dispendik Gelar Diklat Pembekalan Pendidikan Profesi Guru

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) pembekalan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Jenjang TK, SD dan SMP di SMPN 2 Kraksaan, Senin hingga Rabu (29-31/7/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 144 orang peserta terdiri dari guru kelas TK dan SD, guru mata pelajaran (mapel) SMP serta guru TK, SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir dari LP3M Unesa.

Diklat pembekalan PPG ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis, Kepala SMPN 2 Kraksaan Miswagiyanto serta narasumber dari LP3M Unesa.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk menghasilkan guru yang memiliki kemampuan mewujudkan fungsi pendidikan nasional. Yakni, mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan bangsa serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Selain itu, menghasilkan guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Sunalis, seorang guru akan mendapatkan berbagai pengalaman mengenai berfikir dan bekerja secara disipilin sehingga bisa memahami keterkaitan ilmu-ilmu saat terjadi suatu permasalahan pendidikan di lingkungan sekolah. Memberikan penguatan guru dalam menatar suatu pemecahan masalah pendidikan di lingkungan sekolah.

“Manfaat PPG yang berhasil diterapkan akan menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam perencanaan pelaksanaan, penilaian pembelajaran, penindaklanjutan dari hasil penilaian, melakukan pembimbingan, pelatihan peserta didik, penelitian serta mampu mengembangkan profesionalitas secara berkala dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan PPG ini merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan guru-guru profesional yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tuntutan zaman. Pendidikan adalah investasi masa depan yang sangat bernilai.

“Pemerintah telah berkomitmen bahwa pendidikan bagi generasi masa depan harus dimulai dan disiapkan dengan sungguh-sungguh. Untuk itu proses penyemaian generasi masa depan ini harus dibarengi dengan penyiapan guru professional melalui suatu sistem pendidikan guru yang bermutu dan akuntabel,” katanya.

Dewi menerangkan sebuah kewajiban guru itu harus profesional, salah satu upayanya melalui PPG sehingga nantinya guru mampu mengajukan sertifikat dan bisa lulus. “Kami tidak bisa mengintervensi kalau sudah ujian, tanggung jawab kita hanya bisa memberikan pembekalan melalui trik-trik ilmu agar guru bisa lulus PPG.

“Jika guru yang lulus dan mendapatkan sertifikat semakin banyak, maka guru yang profesional itu juga akan semakin banyak. Sehingga kompetensinya semakin meningkat. Namun guru profesional tidak akan ada artinya apabila kualitas anak didiknya tidak ada,” terangnya.

Oleh karena itu jelas Dewi, guru harus memiliki komitmen dan integritas. Ilmu yang dimiliki harus didedikasikan kepada para peserta anak didiknya. “Ini adalah proses-proses awal dan dibutuhkan penguatan-penguatan lain. Mari ikuti kegiatan ini dengan seksama mulai dari awal hingga akhir. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak didiknya,” pungkasnya. (wan)