Sunday, August 9, 2020
Depan > Pendidikan > Dispendik Berikan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru PAUD Formal

Dispendik Berikan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru PAUD Formal

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru PAUD formal (TK) di TK Kemuning Desa Suko Kecamatan Maron, Jum’at dan Sabtu (20-21/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang guru PAUD formal (TK) dari Kecamatan Maron, Banyuanyar, Gending, Leces, Tegalsiwalan dan Dringu. Selama dua hari mereka mendapatkan materi dari narasumber guru PAUD Formal yang sudah mengikuti pelatihan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud )RI.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengungkapkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Dimana dalam pasal 1 menyebutkan Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Setiap program dan satuan pendidikan harus dikembangkan agar mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Nasional Pendidikan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Dewi, hasil pemetaan mutu PAUD dan Dikmas terutama yang berkaitan dengan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menunjukkan bahwa standar PTK merupakan standar dengan persentase indikator terpenuhi paling rendah yaitu sebesar 37%, terutama indikator tentang Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru PAUD formal (TK) ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Serta meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masa depan yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru sehingga nantinya dapat mencetak generasi bangsa yang berkualitas,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan guru yang profesional, bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang.

“Guru sebagai pembelajar di masa sekarang ini mampu mengikuti perkembangan ilmu dalam bidangnya dan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki peserta didik,” katanya.

Sunalis menjelaskan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil penilaian kinerja guru dan didukung dengan hasil evaluasi diri.

“Apabila hasil penilaian kinerja guru masih berada di bawah standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, maka guru diwajibkan untuk mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang diorientasikan sebagai pembinaan dalam pencapaian standar kompetensi guru. Sementara guru yang hasil penilaian kinerjanya telah mencapai standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada pengembangan kompetensi untuk memenuhi layanan pembelajaran berkualitas dan peningkatan karir guru,” jelasnya.

Lebih lanjut Sunalis menegaskan pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan salah satu unsur utama yang diberikan angka kredit untuk kenaikan jabatan fungsional guru. “Tidak lanjut dari kegiatan tersebut adalah Uji Kompetensi Guru yang rencananya dilaksanakan pada Nopember 2019 mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di TK Negeri Pembina 1 Kraksaan pada 13 hingga 14 September 2019 dengan peserta 40 orang peserta. Selanjutnya, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Gedung Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Wonowerto pada 27 dan 28 September 2019. (wan)

cww trust seal