Thursday, November 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Disnakkan Bojonegoro Belajar Pemanfaatan Mesin Gerpari

Disnakkan Bojonegoro Belajar Pemanfaatan Mesin Gerpari

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Keberhasilan Kelompok Berkah Siongan Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih dalam pembuatan pakan mandiri melalui program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) mengundang ketertarikan daerah lain untuk belajar. Seperti yang terlihat pada Jum’at (6/9/2019), sebanyak 15 orang dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro datang berkunjung untuk melakukan study banding.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Perikanan Tangkap Disnakkan Kabupaten Bojonegoro M. Yasin ini diterima oleh Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi didampingi Kabid Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis, Ketua Kelompok Berkah Siongan Wahyudiono bersama seluruh anggota kelompok.

Kepala Seksi Perikanan Tangkap Disnakkan Kabupaten Bojonegoro M. Yasin mengungkapkan kedatangannya di Kabupaten Probolinggo bertujuan untuk mencari info lengkap tentang bagaimana cara memanfaatkan mesin Gerpari sehingga dapat dimanfaatkan oleh kelompok pembudidaya ikan.

“Sekaligus untuk mengetahui komposisi campuran bahan pakan serta penyediaan bahan bakunya, khususnya tepung ikan sehingga dapat diterapkan oleh pembudidaya ikan di Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan permasalahan kelompok pembudidaya di Kabupaten Probolinggo sama dengan di Kabupaten Bojonegoro yaitu harga pakan yang mahal.

“Awalnya pemecahan masalah tersebut, untuk menekan biaya operasional kelompok menggunakan pakan alternatif berupa bekicot, pakan rucah dan lain sebagainya. Namun kendalanya pakan tersebut tidak kontinyu dan tidak bisa disimpan dalam wktu lama. Lalu kelompok berinisiatif membuat pakan pellet dari gilingan daging,” katanya.

Menurut Dedy, tahun 2015 ada program Gerpari yang mendorong kelompok untuk memproduksi pakan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Dan Kabupaten Probolinggo mendapatkan paket hibah untuk 4 kelomppk pakan mandiri. Dari sini berkembang menjadi 14 kelompok pakan mandiri di 6 kecamatan meliputi Sumberasih, Leces, Gending, Maron, Pajarakan dan Gading.

“Kunci agar paket hibah berjalan dan dimanfaatkan kelompok adalah pemilihan kelompok yang menggunakan pakan mandiri dan SDMnya mampu mengoperasionalkan mesin. Setelah pakan mandiri diproduksi untuk membandingkan kualitas dengan pakan pabrik, dilakukan uji laboratorium kandungan gizi pakan dan diuji cobakan ke ikan lele,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal