Saturday, July 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Sosialisasikan Produktivitas Tenaga Kerja

Disnaker Sosialisasikan Produktivitas Tenaga Kerja

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi produktivitas tenaga kerja, Selasa (18/2/2020). Sosialisasi ini merupakan kegiatan upaya peningkatan kualitas bagi calon tenaga kerja dan calon produktivitas tenaga kerja non formal.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta berasal dari para alumni/lulusan peserta pelatihan dari beberapa kejuruan yang dilaksanakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan sosialisasi produktivitas tenaga kerja ini, para alumni/lulusan peserta pelatihan dari beberapa kejuruan yang dilaksanakan oleh BLK mendapatkan materi dari instruktur UPT Balai Latihan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BLPPTK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur dan Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengharapkan agar para alumni/lulusan BLK ini bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh sehingga memotivasi supaya bisa mengembangkan ilmunya agar bermanfaat.

“Setelah dilatih di BLK akhirnya memiliki kemampuan ketrampilan. Harapannya ketrampilan yang dimiliki bisa dikembangkan dan diteruskan dengan tujuan mendapatkan penghasilan. Dengan ilmu yang dimiliki diharapkan produktivitas tenaga kerjanya bisa meningkat,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengungkapkan sosialisasi produktivitas tenaga kerja ini dimaksudkan agar para alumni/lulusan BLK mengerti dan memahami arti pentingnya produktivitas.

“Tujuannya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang produktivitas sehingga dengan bekal ketrampilan yang didapat selama mengikuti pelatihan nantinya dapat mengimplementasikan produktivitas dalam pelaksanaan kegiatan baik pribadi, di lingkungan dunia kerja maupun yang membuka usaha mandiri untuk menjadi lebih produktif,” ungkapnya.

Menurut Herman, persaingan dunia usaha semakin ketat dengan berlakunya revolusi industri 4.0. Pelaku usaha dapat menghitung berapa besar biaya dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang yang berkualitas.

“Pelaku usaha harus mengantisipasi dengan kemampuan inisiatif dan berkolaborasi dalam berbisnis sesuai dengan persyaratan yang harus dimiliki dalam revolusi industri semua harus smart,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Herman mengharapkan agar para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitasnya dan dapat meningkatkan daya saingnya. “Selanjutnya dengan produktivitas yang bertambah maka dapat membuka lapangan pekerjaan dengan merekrut tenaga kerja,” harapnya. (wan)

cww trust seal