Thursday, November 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Disnaker Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan berbasis kompetensi untuk 3 (tiga) paket pelatihan dengan sumber dana dari APBN.

Ketiga paket pelatihan kejuruan tersebut meliputi Prosesing Hasil Pertanian (PHP) dengan 160 jam pelajaran (20 hari), perakitan komputer dengan 240 jam pelajaran (30 hari) dan pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana dengan 280 jam pelajaran (35 hari). Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total untuk tiga paket pelatihan mencapai 48 orang peserta.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin didampingi oleh Kepala UPT BLK Ali Imron beserta segenap instruktur, Selasa (17/9/2019) siang.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengungkapkan kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk mengupgrade skill, pengetahuan, mengasah sikap, etika dan perilaku peserta dengan tujuan menjembatani program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran, baik disebabkan menunggu lepas pendidikan atau menunggu sebab PHK.

“Pelatihan berbasis kompetensi diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo lewat BLK diimplementasikan dalam bentuk pelatihan gratis dengan harapan dapat bermanfaat bagi calon-calon pencari kerja dalam memperdalam ilmu, mengembangkan potensi dan melegalisasi kompetensi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan pelatihan yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun. Dimana sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk mengurangi tingkat pengangguran melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

Program pelatihan yang ada di UPT BLK Kabupaten Probolinggo mengacu pada kebutuhan
kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia industri,” ungkapnya.

Dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi, ditambah lagi lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah kurang profesional akan mengalami kesulitan masuk di pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk mengatasi hal tersebut UPT BLK Kabupaten Probolinggo berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan tenaga keja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Sehingga dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” jelasnya.

Hudan menambahkan pelatihan berbasis kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi/pengganggur musiman. Dengan keterampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri.

“Sekaligus, terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang terampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” tegasnya.

Dengan skill yang dimilikinya tersebut Hudan mengharapkan mereka nantinya mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha mandiri sehingga bisa bermanfaat bagi lingkungannya dengan membuka lapangan pekerjaan baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. (wan)

cww trust seal