Sunday, April 5, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Diskop dan Usaha Mikro Berikan Penyuluhan Perkoperasian di Perguruan Tinggi

Diskop dan Usaha Mikro Berikan Penyuluhan Perkoperasian di Perguruan Tinggi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan perkoperasian pada 4 (empat) perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo, Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (Inzah) Genggong Kraksaan, Universitas Nurul Jadid Paiton dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Leces.

Masing-masing perguruan tinggi diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari dosen, organisasi kemahasiswaan dan mahasiswa umum. Selama kegiatan puluhan mahasiswa ini mendapatkan materi terkait perkoperasian dari Pemerhati Koperasi Ismail Pandji dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Selasa (10/3/2020), penyuluhan perkoperasian ini dilaksanakan di Kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan. Kegiatan yang dilaksanakan aula KH Hasan Saifourridzal ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Wakil Rektor III Inzah Genggong Muhammad Ifdil Ikhsan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan penyuluhan perkoperasian ini dilakukan sebagai upaya bagaimana menggugah generasi milenial dan mengajak mahasiswa untuk berkoperasi.

“Generasi muda saat ini harus memahami ilmu perkoperasian sehingga selepas dari perguruan tinggi paling tidak bisa menciptakan usaha sendiri. Itulah tantangan yang harus dilakukan oleh mahasiswa bagaimana kita berkoperasi,” katanya.

Menurut Anung, penyuluhan perkoperasian ini diperlukan untuk mengurangi ketimpangan yang masih terjadi di masyarakat. Sebab tidak bisa dipungkiri selama ini koperasi sangat identik dengan masyarakat kecil.

“Hal ini penting untuk menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan muda/mahasiswa. Terpenting lagi memberikan sosialisasi dan penyuluhan perkoperasian kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa karena mahasiswa merupakan salah satu ujung tombak dari perubahan,” jelasnya.

Oleh karena itu terang Anung, inovasi-inovasi dari kalangan mahasiswa sangat diperlukan untuk menanamkan jiwa koperasi. Sebab sungguh merugi kalau mahasiswa tidak berkoperasi.

“Ada potensi yang terpendam di kalangan mahasiswa yang bisa dikembangkan melalui rebranding koperasi yang telah dicanangkan oleh Ibu Bupati Probolinggo beberapa waktu yang lalu. Saya berharap ilmu yang diterima dapat disosialisasikan dalam kesehariannya,” pungkasnya.

Sementara Kasi Penyuluhan dan SDM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono mengungkapkan penyuluhan perkoperasian ini bertujuan mengenalkan lembaga ekonomi koperasi sebagai salah satu badan usaha yang berbadan hukum yang telah mengakar di Indonesia tetapi sampai saat ini masih rentan dan sulit berkembang. “Selain itu memberikan pencerahan tentang perkoperasian sehingga lebih dikenal oleh mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui penyuluhan perkoperasian ini Josef mengharapkan nantinya kalangan mahasiswa tergerak untuk mendirikan lembaga berbentuk koperasi. Langkah selanjutnya pihaknya siap melakukan pendampingan.

“Kami ingin menjadikan mereka virus di masing-masing tempat tinggalnya. Tidak harus membentuk koperasi tetapi yang paling penting mindset untuk berkoperasi melalui pemahaman filosofi bahwa hidup untuk saling membantu dan gotong royong,” terangnya.

Josef menegaskan bahwa koperasi itu tidak hanya simpan pinjam saja, tetapi banyak jenis-jenis koperasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Setidaknya kegiatan ini mampu membentuk entrepreneur yang tidak lepas dari koperasi. Harapannya ada entrepreneur koperasi dari kalangan milenial.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak generasi muda dengan hidup saling membantu, tidak konsumtif dan bisa menjadi investor bagi dirinya sendiri melalui koperasi,” harapnya. (wan)

cww trust seal